MERAHPUTIH.COM - FAKTA baru terungkap dari sosok seorang pelajar berinisial R, 17, yang membawa bom rakitan yang diledakkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Polisi menyebut R merupakan korban perundungan atau bullying teman-temannya.
“Iya betul korban bullying karena tekanan psikologi sering jadi objek ejekan teman-temannya ya, dia berbuat seperti itu," ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya kepada wartawan, Rabu (15/7).
Rosya mengatakan R mengalami masalah psikologis karena perundungan. Dia menyebut R merupakan korban tindakan teman-temannya.
"Dia (R) merasa dirinya kerap menjadi objek bullying sama teman-temannya. Jadi masalah psikologis yang mendalam karena menjadi korban bullying," ungkapnya.
Baca juga:
Densus 88 Temukan Anak Panah dan Pisau dari Siswa MAN 3 Padang, Diduga Gabung Group Daring Radikal
Polisi fokus melakukan pemulihan terhadap R. Saat ini, R telah dibawa ke Polresta Padang guna penyelidikan lebih lanjut. “Kami melakukan pemulihan-pemulihan ke arah lain takut terpapar lebih parah pokoknya mengamankan dulu sambil diperiksa," tuturnya.
R ternyata merakit bom sendiri yang dipelajarinya dari internet. Ia terinspirasi kasus SMAN 72 Jakarta.
Berdasarkan keterangan awal terduga, perangkat diduga dirakit secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring dan dibuat di rumah tanpa sepengetahuan orangtuanya.(knu)
Baca juga:
Didampingi Orangtuanya, Pelajar 17 Tahun Perakit Bom MAN 3 Diperiksa di Polres Padang

