Merahputih.com - Polda Metro Jaya membentuk tim khusus mengawal proses pemakaman jenazah terpapar virus corona atau COVID-19. Tim khusus itu diisi anggotakan Ditsamapta Polda Metro.
Hal ini untuk mengantisipasi adanya penolakan warga terhadap jenazah penderita COVID-19 yang terjadi di beberapa wilayah belakangan ini.
"Tim terdiri dari anggota pengamanan dan anggota yang siap membantu proses pemakamanan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Senin (6/4).
Baca Juga:
Pakar Mikroba UGM Pastikan Jenazah Pasien Corona Tak Sebarkan Penyakit
Dia menjelaskan, tim khusus tersebut sudah bekerja. Semisal di Tempat Pemakaman Umum Tegal Alur pada Minggu (5/4) kemarin.
Anggota melaksanakan pengamanan pemakaman jenazah covid-19 dengan mengimbau dan menghalau pihak keluarga yang ingin mendekati jenazah dan menolak proses pemakaman.
Hasilnya, keluarga jenazah dapat diimbau dan dihalau serta menerima pelaksanaan pemakaman dengan situasi kondusif.
"Anggota telah mendapat pelatihan yang bertugas dalam rangka antisipasi penolakan warga terhadap pemakaman korban covid-19 dan antisipasi keluarga korban yang ingin memaksakan diri mengikuti proses pemakaman," kata dia.
Baca Juga:
Dalam Sehari Pasien Positif Corona di Surabaya dan Lamongan Melonjak Drastis
Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Khusus Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan kasus positif virus corona atau covid-19, hingga Minggu, 5 April 2020 pukul 12.00 WIB, mengalami penambahan. Ada penambahan 181 kasus baru, sehingga total kasus pasien positif corona sebanyak 2.273 orang. (Knu)