Polda Metro Jaya Bongkar Lab Narkoba Etomidate di Apartemen Pluit, 2 WNA China Ditangkap
Rabu, 14 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Peredaran narkoba di wilayah Jakarta dan sekitarnya seolah tiada hentinya.
Terbaru, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar praktik clandestine lab narkotika jenis etomidate yang beroperasi di kawasan Apartemen Greenbay, Pluit, Jakarta Utara.
Pada pengungkapan ini, polisi mengamankan dua orang tersangka, salah satunya warga negara asing (WNA) asal China.
Pengungkapan bermula dari informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional.
Baca juga:
Apartemen Lab Narkoba di Ancol Dikelola Sindikat Internasional, Produk Dikemas Mirip Minuman Saset
Paket tersebut diketahui berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke Lobby Tower H Apartemen Greenbay.
Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David mengatakan, atas kerja sama dan informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, pihaknya menelusuri alamat pengiriman tersebut.
“Atas informasi tersebut, kami menuju ke alamat pengiriman barang yang mencurigakan sesuai tertera di jasa ekspedisi internasional,'' kata Ahmad David di Jakarta, Rabu (14/1).
Sementara itu, Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Parikhesit menambahkan, tim melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap 2 tersangka pada Jumat 9 Januari 2026.
Baca juga:
Polda Metro Jaya Ungkap 7.426 Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Hampir 10 Ribu Tersangka Ditangkap
Berdasarkan hasil penggeledahan di TKP, petugas menemukan paket FedEx berisi narkotika jenis etomidate (cairan untuk vape) seberat 100 gram dan bahan kimia lain yang SLS 1 kilogram.
Lalu, disita juga berbagai peralatan laboratorium, seperti tabung lab berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, hingga 100 ml, botol lab, alat aduk kaca, timbangan digital, alat suntik, hingga dandang stainless.
Polisi juga mengungkap fakta menarik dalam kasus ini, yakni alat produksi lab ilegal yang dikirim dari India.
Sementara WNA China lainnya, HW, berperan sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate.
Baca juga:
“Dari barang bukti yang kami amankan jumlah bahannya diperkirakan dapat memproduksi sekitar 30 liter cairan Etomidate,” kata AKBP Parikhesit.
Berdasarkan perhitungan tersebut, jika satu cartridge vape etomidate rata-rata berisi 2 mililiter cairan, maka dari total 30 liter cairan etomidate, clandestine lab ini berpotensi menghasilkan hingga 15.000 cartridge pods etomidate yang siap diedarkan ke masyarakat
''Sebelum lab ini sempat beroperasi dan menghasilkan produk untuk diedarkan, kami berhasil menggagalkannya,” pungkas AKBP Parikhesit. (knu)