Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026

MerahPutih.com - Saling serang terus terjadi antara Amerika Serikat dan Iran. Membuat kodisi Timur Tengah kembali memanas walaupun sudah ada desakan dari berbagai negara untuk gencatan senjata.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pihaknya telah menyerang pusat data milik raksasa perdagangan AS, Amazon, di Bahrain sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat terhadap lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Darkhovin.

Sebagai balasan atas serangan AS kemarin terhadap fasilitas yang sedang dibangun dan kawasan sipil di wilayah Darkhovin, IRGC telah meluncurkan beberapa rudal jelajah ke infrastruktur pusat data utama milik perusahaan AS Amazon di Bahrain, sehingga mengakibatkan kerusakan yang signifikan,

kata IRGC dalam pernyataan pers pada Selasa (22/7).

Sebelumnya pada Minggu (19/7), media melaporkan bahwa militer AS menyerang lokasi pembangunan PLTN di Kota Darkhovin, Iran.

Baca juga:

Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa mereka tengah menyelidiki laporan tersebut. Menurut IAEA, mereka kurang meyakini serangan tersebut menimbulkan risiko radiologis.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga telah melancarkan serangan ke Yordania hingga menewaskan personel militer Amerika Serikat di sana.

Sebagai bagian dari fase ke-24 Operasi Nasr 2, pasukan udara IRGC telah menyerang area di mana tentara Angkatan Darat AS ditempatkan di kawasan Rukban di Yordania dan menewaskan beberapa di antara mereka,

menurut pernyataan IRGC pada Selasa (22/7).

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Iran akan menerima konsekuensi berkali-kali lipat untuk setiap tentara AS yang terbunuh. Trump juga telah menginstruksikan komando tinggi militer AS terkait hal tersebut.

Teheran dan Washington pada malam 18 Juni 2026 menandatangani memorandum yang menyerukan diakhirinya konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, militer AS telah melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026.

Baca Artikel Asli