PLN Jamin 15 Ribu Hunian Sementara Korban Banjir Sumatera Dapat Pasokan Listrik
Minggu, 04 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria didampingi Darmawan turun langsung mengawal proges pembangunan Huntara Aceh Tamiang dan infrastruktur kelistrikannya.
PT PLN (Persero) memastikan siap mendukung penuh pembangunan hunian sementara (huntara) sebanyak 15 ribu unit bagi masyarakat terdampak bencana longsor dan banjir Sumatera melalui penyediaan listrik yang aman dan andal untuk seluruh unit hunian.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui keterangannya di Makassar, Sabtu menegaskan kesiapan PLN dalam melaksanakan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan huntara.
"Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya juga sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.
Baca juga:
Polisi dan Tentara Dikerahkan Bangun Huntara Bagi Korban Bencana Sumatera
Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, tidak hanya fokus terhadap konstruksi bangunan saja, melainkan juga kebutuhan dasar seperti listrik.
Ketersediaan listrik juga menjadi prioritas Pemerintah melalui Danantara Indonesia dalam membangun huntara, selain akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan layanan kesehatan di lokasi.
Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, seperti pembangunan trafo, jaringan listrik, dan kWh meter seluruh hunian yang telah terbangun. Bahkan jaringan listrik telah tersambung sepenuhnya dan cukup untuk melayani kebutuhan listrik hunian maupun fasilitas umum.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut.
Rencananya, sebanyak 600 unit huntara akan diserahkan kepada Pemda setempat pada 8 Januari 2026, untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak bencana.