MerahPutih.com - Para petani di Dataran Napu, Kecamatan Lore, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah saat ini sedang panen raya komoditi bawang merah.
"Petani sangat senang karena panen kali ini terbilang cukup berhasil dibandingkan sebelumnya," kata Arman, seorang petani di Kecamatan Lore Utara, Senin (2/10).
Menurutnya, buah bawang merah yang sangat besar dan padat merupakan ciri dari bentuk bawang yang jauh berkualitas. Padahal, kata Arman, curah hujan di dataran Lore sejak musim tanam hingga kini terbilang tidak mendukung.
"Curah hujan tinggi, sementara tanaman bawang tidak membutuhkan banyak air. Justru curah hujan yang tinggi bisa membuat buah bawang membusuk karena kelebihan air," katanya.
Hal senada juga disampaikan Constan, seorang petani bawang di Desa Tinimbo, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso. Ia juga mengatakan, petani di wilayah itu sedang panen bawang merah dan juga sayur-mayur lainnya seperti kubis, batang bawang, sawi, kacang panjang, tomat dan cabai.
Dataran Napu selama ini merupakan sentra pengembangan komoditi hortikultura. Kondisi tanah dan iklim di Dataran Tinggi Napu sangat cocok untuk budidaya komoditi hortikultura.
Dia juga mengaku bahwa hasil panen bawang musim tanam kali ini sangat mengembirakan. Namun, harga bawang di tingkat petani terbilang murah. "Pedagang membeli langsung dari petani rata-rata Rp 12 per kg," kata Constan.
Sementara, haraga bawang merah di Pasar Tradisional Masomba Palu, berkisar Rp2 5 ribu per kg. Sedangkan harga bawang di pasaran Kota Palu pernah mencapai Rp 60 ribu per kg. (*)
Sumber: ANTARA