Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

Perusahaan IT Adobe Siap Berinvestasi di Indonesia

Zulfikar Sy - Sabtu, 28 Mei 2016

Merahputih Keuangan - Sejumlah Perusahaan Utah Amerika Serikat menyatakan kesiapan untuk menanamkan modal di Indonesia. Minat investasi tersebut disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani saat melakukan kunjungan ke Negara Bagian tersebut.

Dalam pertemuan itu, Kepala Pemerintahan Letnan Gubernur Utah Spencer J. Cox mengapresiasi reformasi kebijakan investasi yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia, sehingga ia berharap hubungan ekonomi antara Utah dan Indonesia dapat lebih erat.

Dengan demikian, peluang beberapa perusahaan yang bermarkas di Utah dapat berinvestasi di Indonesia. Adapun sejumlah perusahaan itu diantaranya adalah jaringan hotel Marriott, perusahaan software Adobe, serta perusahaan platform marketplace E-Bay.

"Letnan Gubernur menyampaikan 'bahwa saat ini Utah memiliki program ekonomi yang salah satunya adalah mendorong para pengusaha Utah untuk dapat berinvestasi di negara-negara lain' ia berharap para pengusaha tersebut dapat melihat Indonesia sebagai lokasi yang potensial untuk perluasan bisnis,” ujar Franky melalui keterangan resmi kepada media, Jum’at (27/5).

Franky menambahkan, dari keterangan yang disampaikan oleh Letnan Gubernur Utah tersebut, para pengusaha Utah di level middle sampai high income sangat terbuka untuk berbisnis di level internasional yang ditandai dengan banyaknya perusahaan-perusahaan besar asal Utah. Middle income tertinggi tersebut, kata Franky, dikarenakan salah satunya adalah karena penduduk kaya di Utah yang selalu membantu penduduk dengan pendapatan rendah untuk dapat berbisnis atau memperbaki taraf hidupnya.

"Hasilnya penduduk low income tersebut perlahan meningkat menjadi penduduk middle income yang kemudian terus menambah jumlah middle income people di Utah," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKPM juga mengapresiasi positif komitmen perusahaan perhotelan di Utah yang ingin melakukan ekspansi di 10 destinasi pariwisata di Indonesia.“Ini sangat positif terhadap upaya pemerintah untuk mengembangkan pariwisata nasional. Serta sejalan dengan sektor prioritas yang telah ditetapkan oleh BKPM,” imbuh Franky.

Untuk diketahui, BKPM pada tahun 2016 menargetkan capaian realisasi investasi bisa tumbuh 14,4% dari target tahun 2015 atau mencapai Rp 594,8 triliun. Realisasi ini dikontribusi dari PMA sebesar Rp 386,4 triliun atau naik 12,6% dari target PMA tahun lalu, serta dari PMDN sebesar Rp 208,4 triliun naik 18,4% dari target PMDN tahun lalu. Untuk mencapai target tersebut, BKPM pada menetapkan 10 negara prioritas termasuk di antaranya Amerika Serikat, Australia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, RRT, Timur Tengah, Malaysia, dan Inggris. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Menteri ESDM Bertemu Ketua KADIN Bahas Listrik 35.000 MW
  2. Iran Minati Investasi Pembangkit Listrik, Ini Kata Jokowi
  3. Paket Kebijakan IX, Jokowi Akan Terbitkan Perpres Pembangunan Infrastruktur Listrik
  4. PLN Buka Layanan Satu Pintu untuk Pemasangan Listrik
  5. Pembangkit Listrik Asal China Gampang Rusak, PLN Ngotot Beli lagi

 

Baca Artikel Asli