Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Persiapkan AHY untuk Pilpres 2024, Demokrat Disarankan Bergabung ke Koalisi Jokowi

Eddy Flo - Selasa, 30 Juli 2019

MerahPutih.Com - Partai Demokrat sebaiknya bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf demi mempersiapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mengikuti kontestasi Pilpres 2024. Saran ini disampaikan pengamat politik Dewi Fortuna Anwar.

Menurut Dewi Fortuna, tidak ada pilihan lain bagi Partai Demokrat selain bergabung dengan pemerintah dengan harapan AHY bisa masuk dalam Kabinet Kerja Jilid II.

Baca Juga: SBY Diduga Minta ke Jokowi Agar AHY Masuk Kabinet

"Demokrat bisa jadi masuk ke pemerintahan dengan harapan bisa membuat Mas Agus (AHY) masuk kabinet," katanya, ditemui usai bedah buku berjudul "Revolusi, Diplomasi, Diaspora: Indonesia, Tiongkok dan Etnik Tionghoa 1945-1947", di Jakarta, Senin (29/7).

AHY saat bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu
Presiden Jokowi dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Biro Setpres

Lebih lanjut, ilmuwan LIPI ini menyatakan dengan masuknya AHY di kabinet, setidaknya bisa menjadi ajang pemanasan bagi putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu untuk berlaga pada Pilpres 2024 seiring dengan munculnya calon-calon baru.

Pada Pilpres 2024, kata dia, partai-partai politik harus mengadu kandidat baru untuk figur calon presiden, sementara Demokrat sudah memiliki AHY yang tinggal diasah pengalamannya di pemerintahan.

"Pada 2024, Jokowi kan enggak 'running' lagi. Macam-macam parpol akan mengadu calon baru," katanya.

Baca Juga: Kata Pengamat tentang Pertemuan AHY dan Megawati Soekarnoputri

Selain Demokrat, Dewi Fortuna sebagaimana dilansir Antara memperkirakan akan ada sejumlah parpol eks Koalisi Adil Makmur yang akan merapat ke koalisi pemerintahan Jokowi, di luar Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ia menyebutkan Partai Amanat Nasional (PAN) juga berpeluang masuk ke koalisi karena terbiasa main dua kaki, sementara PKS sepertinya akan tetap berada di oposisi.

"Kalau Gerindra, menurut saya tidak bermartabat kalau masuk koalisi dan tidak sehat bagi demokrasi. Tetapi, bukan berarti hubungan baik tidak diteruskan," tutup Dewi Fortuna Anwar.(*)

Baca Juga: SBY Bocorkan Isi Pertemuan AHY dan Jokowi di Istana Bogor

Baca Artikel Asli