MerahPutih.com - Pemerintah menyiapkan program pengembangan perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare sebagai bagian dari percepatan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan nasional.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah saat ini tengah mempercepat hilirisasi sejumlah komoditas perkebunan strategis, mulai dari kakao, kopi, kelapa, hingga tebu.
Program tersebut dijalankan bersama BUMN sektor pangan dan direncanakan berlangsung hingga 2027.
"Kami bersama teman-teman semua, bersama BUMN pangan, kita melakukan akselerasi. Akselerasi hilirisasi dan tanam. Tanam kakao, kopi, kelapa, dan tebu," ujar Amran usai menghadiri rapat bersama Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (18/6).
Baca juga:
Industri Perkebunan Terapkan Kesetaraan Gender, Buka Peluang bagi Perempuan Pekerja
Lahan 870 Ribu Hektare untuk Petani di Seluruh Indonesia
Amran menjelaskan, total lahan yang disiapkan untuk program perkebunan rakyat mencapai 870 ribu hektare dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Program tersebut juga mencakup seluruh kabupaten di Papua sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan.
"Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu hektare, termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua," katanya.
Menurut Amran, pemerintah menargetkan lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat pasokan bahan baku industri hilir.
Selain menyiapkan lahan perkebunan, pemerintah juga terus menyalurkan berbagai bantuan kepada petani guna mendukung peningkatan produksi pangan dan perkebunan.
Bantuan tersebut mencakup penyediaan alat dan mesin pertanian seperti traktor, pembangunan dan perluasan lahan sawah, hingga program cetak sawah baru yang diusulkan sejumlah pemerintah daerah, termasuk Papua Barat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di berbagai wilayah.
Baca juga:
Lahan Terbakar Sudah Melebihi Tahun Lalu, Capai 81 Ribu Hektar Akibat El Nino
Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pembangunan industri hilirisasi perkebunan guna meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.
Untuk komoditas kelapa, misalnya, pabrik pengolahan telah dibangun di Maluku Utara dan ditargetkan bertambah pada tahun ini. Fasilitas serupa juga tengah dikembangkan di Morowali serta Indragiri Hilir.
"Selanjutnya hilirisasi kita kejar. Hilirisasi kelapa, pabriknya sudah terbangun di Maluku Utara satu, Insyaallah tahun ini mudah-mudahan selesai dua, kemudian di Morowali satu, dan Indragiri Hilir," jelas Amran.
Antisipasi El Nino dan Buka Lapangan Kerja Baru
Amran mengungkapkan, Presiden Prabowo memberikan arahan agar program hilirisasi terus dipercepat sembari mengantisipasi berbagai tantangan sektor pertanian, termasuk potensi dampak cuaca ekstrem.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah fenomena El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi produksi pertanian nasional.
Lebih lanjut, Amran menegaskan program perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare tersebut akan diberikan kepada petani dalam bentuk hibah.
Pemerintah berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru di sektor pertanian dan perkebunan.
"Insyaallah perkebunan, sektor perkebunan yang tadi 870 ribu hektare itu untuk rakyat seluruh Indonesia, untuk petani kita. Itu hibah dan menciptakan lapangan kerja baru," Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
(Asp)