MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Prabowo Subianto melantik Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara, Senin (27/4). Dudung dilantik menggantikan M Qodari yang dirotasi menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).
Purnawirawan Jenderal TNI ini lahir pada 19 November 1965 di Bandung dikenal sebagai tokoh militer yang disegani. Salah satu tonggak penting dalam karier militernya yakni ketika ia menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 2021, posisi yang Dudung emban hingga menjelang masa pensiunnya pada 2023.
Sebelum menjadi KSAD, Jenderal Purnawirawan Dudung juga pernah memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Pangdam Jaya.
Pendidikan Dudung dimulai dari SDN Patrakomala Bandung dari 1972 hingga 1979. Setelah lulus, ia melanjutkan ke SMP Kartika XIX-1 Bandung dan menyelesaikannya pada 1982.
Pendidikan menengahnya ia jalani di SMAN 9 Bandung hingga lulus pada 1985. Dari sini, Dudung menapaki jalan menuju Akademi Militer (Akmil) yang menjadi gerbang awal karier militernya.
Baca juga:
Ia merupakan lulusan Akmil angkatan 1988, dan sejak itu, ia mengisi berbagai posisi strategis di lingkungan TNI. Selain pendidikan militer, Dudung juga meraih gelar magister manajemen dan menyelesaikan program doktor (S-3) ilmu ekonomi di Universitas Trisakti pada 2023 dengan predikat cumlaude.
Karier militernya dimulai di satuan tempur, termasuk pernah bertugas di Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bakti di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Seiring waktu, ia menempati berbagai jabatan penting seperti Komandan Kodim, Komandan Detasemen Markas TNI, hingga Wakil Gubernur dan Gubernur Akademi Militer.
Namanya semakin dikenal publik saat menjabat Pangdam Jaya pada 2020. Saat itu, posisi Dudung sempat disorot karena memerintahkan penurunan baliho Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta.
Setelah menjabat Pangdam Jaya, ia menjabat Panglima Kostrad pada 2021. Tak lama berselang, Presiden Ketujuh RI Joko Widodo menunjuknya sebagai KSAD pada November 2021, posisi ini diembannya hingga memasuki masa pensiun pada 2023.
Setelah purnatugas, Dudung masih dipercaya mengemban peran di lingkaran pemerintahan. Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto mengangkatnya sebagai Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional sekaligus Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan.(knu)
Baca juga: