Cerita KSP Dudung Dirumorkan Terkait Kepemilikan Dapur MBG

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Cerita KSP Dudung Dirumorkan Terkait Kepemilikan Dapur MBG

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di Kantor KSP, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/HO-Kantor Staf Presiden.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ramai berbagai tangkapan layar di media sosial, berbagai petinggi dan pejabat diisukan mendapatkan jatah dapur makan bergizo gratis setelah salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan terkait program MBG mengajukan jadi justice collaborator.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman membantah rumor yang menyebutkan dirinya memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Ia menantang yang menyebarkan rumor untuk membuktikan klaimnya dan menawarkan hadiah jika ada siapa pun yang menemukan dirinya memiliki dapur MBG.

"Saya informasikan dan tegaskan, tidak ada sama sekali saya memiliki dapur program tersebut. Kalau memang ada yang mendapati Pak Dudung punya dapur, silakan cek langsung, saya kasih hadiah nanti," kata Dudung saat jumpa pers di Kantor KSP, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (11/6).

Baca juga:

DPR Dukung Moratorium Dapur MBG, Dapur Berbasis Sekolah Harus Diutamakan

Dudung kemudian menjelaskan dirinya hanya pernah menerima aspirasi dari sejumlah pengurus pesantren, yaitu Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar, sekitar 6-7 bulan yang lalu bahwa para pengasuh pesantren itu berharap para santri juga dapat menerima program makan bergizi gratis (MBG).

Alasannya, kata ia, yaitu populasi santri di lingkungan pesantren tersebut mencapai kurang lebih 4.000 orang sampai dengan 5.000 orang. Para pengasuh pesantren meyakini dapur MBG layak dibangun di lingkungan pesantren.

Selepas menerima aspirasi tersebut, Dudung pun mengenalkan para pengasuh pesantren tersebut kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yang saat itu masih dijabat Dadan Hindayana.

Dudung menegaskan, setelah pertemuan untuk komunikasi awal para pengasuh pesantren dengan Dadan itu, dirinya tidak lagi ikut campur dalam kelanjutan prosesnya.

Ia menyampaikan dirinya, beberapa pekan lalu, sempat bertanya kepada Dadan mengenai kelanjutan proses tersebut. Namun, saat itu jawabannya pengurusan administrasinya belum selesai sehingga sampai hari ini belum ada pembangunan fisik dapur MBG di lingkungan pesantren tersebut.

"Cuma karena saya yang meminta tolong kepada Pak Dadan untuk memfasilitasi pesantren itulah akhirnya muncul isu seakan-akan Pak Dudung yang punya dapur. Sekali lagi, saya tegaskan, secara riil dapurnya pun belum terbangun, dan saya sama sekali tidak terlibat di dalamnya," ujar Dudung.

#Dapur MBG #Korupsi MBG #Badan Gizi Nasional #KSP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Sudaryono mengungkapkan kasus keracunan di Bogor disebabkan pembelian bahan makanan jadi.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Indonesia
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair
BGN mengungkap tiga penyebab dana operasional SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis tidak cair, mulai dari pelaporan hingga penggunaan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair
Indonesia
BPK Temukan Rekening Ganda di 75 SPPG, BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara
BGN mengembalikan Rp 160,37 miliar ke kas negara atas temuan BPK RI. Hal itu terkait penemuan rekening ganda di 75 SPPG.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
BPK Temukan Rekening Ganda di 75 SPPG, BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara
Indonesia
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
DEN menemukan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen jika dibandingkan dengan siswa yang tidak menerima program tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
Indonesia
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Kesiapan dapur, sekolah, tenaga pendamping, hingga peralatan menjadi pertimbangan sebelum mekanisme penyajian tersebut diterapkan kepada siswa.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Indonesia
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Penerapan sistem prasmanan tidak bisa dilakukan secara serentak karena membutuhkan kesiapan dapur penyedia makanan dan pihak sekolah.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Indonesia
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Ledakan itu bukan merupakan SPPG, baik yang sedang beroperasi maupun yang digunakan sebagai gudang SPPG.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Indonesia
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Dari total 980 SPPG yang diaktivasi, sebanyak 691 SPPG berada di wilayah Sumatra, sedangkan 289 SPPG lainnya berada di wilayah Kalimantan dan Bali.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Indonesia
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Pendataan serupa juga diberlakukan bagi kelompok penerima manfaat di posyandu, madrasah, dan pondok pesantren.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Indonesia
BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jawa Tengah, ini Alasannya
BGN menutup dua SPPG di Jawa Tengah, Hal itu tertuang dalam SK Kepala BGN Nomor 63530 Tahun 2026.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jawa Tengah, ini Alasannya
Bagikan