MerahPutih.com - Ramai berbagai tangkapan layar di media sosial, berbagai petinggi dan pejabat diisukan mendapatkan jatah dapur makan bergizo gratis setelah salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan terkait program MBG mengajukan jadi justice collaborator.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman membantah rumor yang menyebutkan dirinya memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Ia menantang yang menyebarkan rumor untuk membuktikan klaimnya dan menawarkan hadiah jika ada siapa pun yang menemukan dirinya memiliki dapur MBG.
"Saya informasikan dan tegaskan, tidak ada sama sekali saya memiliki dapur program tersebut. Kalau memang ada yang mendapati Pak Dudung punya dapur, silakan cek langsung, saya kasih hadiah nanti," kata Dudung saat jumpa pers di Kantor KSP, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (11/6).
Baca juga:
DPR Dukung Moratorium Dapur MBG, Dapur Berbasis Sekolah Harus Diutamakan
Dudung kemudian menjelaskan dirinya hanya pernah menerima aspirasi dari sejumlah pengurus pesantren, yaitu Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar, sekitar 6-7 bulan yang lalu bahwa para pengasuh pesantren itu berharap para santri juga dapat menerima program makan bergizi gratis (MBG).
Alasannya, kata ia, yaitu populasi santri di lingkungan pesantren tersebut mencapai kurang lebih 4.000 orang sampai dengan 5.000 orang. Para pengasuh pesantren meyakini dapur MBG layak dibangun di lingkungan pesantren.
Selepas menerima aspirasi tersebut, Dudung pun mengenalkan para pengasuh pesantren tersebut kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yang saat itu masih dijabat Dadan Hindayana.
Dudung menegaskan, setelah pertemuan untuk komunikasi awal para pengasuh pesantren dengan Dadan itu, dirinya tidak lagi ikut campur dalam kelanjutan prosesnya.
Ia menyampaikan dirinya, beberapa pekan lalu, sempat bertanya kepada Dadan mengenai kelanjutan proses tersebut. Namun, saat itu jawabannya pengurusan administrasinya belum selesai sehingga sampai hari ini belum ada pembangunan fisik dapur MBG di lingkungan pesantren tersebut.
"Cuma karena saya yang meminta tolong kepada Pak Dadan untuk memfasilitasi pesantren itulah akhirnya muncul isu seakan-akan Pak Dudung yang punya dapur. Sekali lagi, saya tegaskan, secara riil dapurnya pun belum terbangun, dan saya sama sekali tidak terlibat di dalamnya," ujar Dudung.