Perda Baru Setahun, Tulungagung Genjot Sektor Pariwisata

Minggu, 08 Oktober 2017 - Zulfikar Sy

MerahPutih.com - Berbagai macam produk unggulan termasuk produk wisata serta kesenian daerah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tampil di UPT Taman Budaya Jatim Cak Durassim Surabaya, Jumat (6/10) malam hingga dini hari.

Hal ini membuktikan pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai mengembangkan potensi pariwisata seiring akses infrastruktur yang terbuka melalui Jalur Lintas Selatan ke wilayah paling selatan Provinsi Jawa Timur itu.

"Semenjak Jalur Lintas Selatan dibangun, itu memang tumbuh ekonomi baru di Kabupaten Tulungagung," ujar Bupati Tulungagung Syahri Mulyo saat melihat ludruk Tulungagung di Surabaya.

Diakuinya, pada sektor pariwisata, Kabupaten Tulungagung memang baru mengawali. Sebab, sejak menjabat sebagai Bupati Tulungagung tahun 2013, ternyata belum mempunyai Peraturan Daerah tentang Pariwisata.

"Waktu menjabat, ternyata Pemerintah Kabupaten Tulungagung sama sekali tidak memiliki pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. PAD-nya nol dari sektor pariwisata," lanjutnya.

Perda Pariwisata Tulungagung sendiri baru dibuat pada tahun lalu, hingga pada akhirnya mulai digenjot potensi yang ada.

"Ketika dibuka Jalur Lintas Selatan, sekarang Pantai Gemah jadi ikon baru. Ternyata dari Pantai Gemah, dalam tiga bulan dapat menyumbang PAD sebesar Rp 450 juta," ujarnya.

Selain itu, Syahri menambahkan, Tulungagung kini juga memiliki pariwisata Pantai Sine. Ibu-ibu setempat kini banyak menjual kuliner ikan asap menyambut banyaknya wisatawan. Dampaknya, saat gelombang tinggi dan suaminya tidak melaut, perekonomian keluarga tidak goyah lantaran sudah ada usaha sampingan. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Salut, Wali Kota Rela Pungut Sampah dalam Kampanye Wisata

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan