Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Penyaluran Beras SPHP Maret 2026 Sasar Wilayah Defisit Guna Jaga Daya Beli

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026

Merahputih.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,97 triliun untuk mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai Maret 2026 guna menjaga stabilitas harga menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam memperkuat stok pangan nasional serta melindungi daya beli masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga:

Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Pangan Total Usai Cadangan Beras Bulog Pecah Rekor

Melalui koordinasi intensif, Bapanas memastikan distribusi pasokan pokok tetap terjaga meskipun permintaan pasar diprediksi meningkat tajam selama hari besar keagamaan.

Optimalisasi Distribusi Beras Selektif

Mekanisme penyaluran beras SPHP pada periode ini akan dilakukan secara lebih selektif untuk menjaga keseimbangan pasar lokal.

Pemerintah memprioritaskan wilayah yang mengalami defisit pasokan dan menghindari area yang sedang memasuki masa panen raya guna melindungi harga di tingkat petani.

Anggaran sebesar Rp4,97 triliun tersebut diproyeksikan mampu mensubsidi sekitar 828 ribu ton beras bagi masyarakat luas. Selain itu, integrasi data distribusi menjadi kunci agar intervensi pangan tepat sasaran dan efektif menekan potensi inflasi di daerah-daerah rawan.

"Di Maret 2026, SPHP beras dilanjutkan kembali, tetapi penyalurannya akan selektif karena harus mengutamakan daerah yang defisit dan tidak pada daerah yang sedang ada panen," ujar Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono.

Lonjakan Drastis Subsidi Jagung Pakan

Selain komoditas beras, pemerintah memberikan perhatian khusus pada stabilitas harga protein hewani melalui program SPHP jagung pakan.

Tahun ini, anggaran sebesar Rp678 miliar dikucurkan untuk menyalurkan 242 ribu ton jagung kepada peternak ayam petelur mandiri di berbagai provinsi.

Baca juga:

Presiden Prabowo Targetkan Swasembada Pangan Total Usai Cadangan Beras Bulog Pecah Rekor

Peningkatan volume subsidi jagung yang mencapai lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya diharapkan mampu menekan biaya produksi telur dan daging ayam.

Dengan harga pakan yang terjangkau, harga jual produk unggas di tingkat konsumen diharapkan tetap stabil tanpa lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.

"Target pemerintah itu adalah konsumen, apalagi Idulfitri dan Ramadhan, masyarakat itu harus menikmati harga yang baik. Tidak boleh harga naik," tegas Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman beberapa waktu lalu.

Baca Artikel Asli