Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Penyair Kanada Anne Carson Raih Hadiah Nobel Sastra, Menghadirkan Karya Sastra yang Berani dan Inovatif

Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM — PENYAIR, penui esai, dan penerjemah asal Kanada, Anne Carson, dianugerahi Hadiah Nobel Sastra tahun ini. Carson, 76 tahun, dikenal luas lewat karya-karyanya yang kerap melintasi batas antara puisi, fiksi, dan akademisi.

Komite Hadiah Nobel menyatakan mereka memilihnya atas karya-karyanya yang berani dan inovatif. Carson membangun dialog jenaka dengan tradisi klasik lalu menciptakan bentuk-bentuk baru bagi sastra kontemporer.

Pada 2019, karya pertunjukannya, Norma Jeane Baker of Troy, menarik garis hubungan antara sosok-sosok perempuan berparas cantik dari berbagai era sejarah, Helen dari Troya dan Marilyn Monroe.

Pada 2021, ia merilis The Trojan Women: A Comic, sebuah penceritaan ulang dalam bentuk komik dari kisah kuno karya Euripides. Terjemahannya atas Elektra karya Sophocles dipentaskan di London tahun lalu dengan dibintangi oleh Brie Larson.

Ingrid Carlberg, Sekretaris Tetap Akademi Swedia, mengatakan ia telah menyampaikan kabar gembira tersebut kepada Carson melalui telepon sesaat sebelum pengumuman resmi kepada publik.

"Ia sempat memberi tahu saya bahwa saat ini ia sedang berada di Islandia, mendengarkan embusan angin. Ia sangat terkejut namun sangat bahagia. Saya bisa mendengarnya dari nadanya,” kata Carlberg.

Baca juga:

Dua Ilmuwan Pemecah Misteri Asimetri Kehidupan Dianugerahi Hadiah Nobel Kimia


Jenaka dan Ironis



Carson lahir di Toronto pada 1950. Ia kini tinggal di Michigan dan juga memegang kewarganegaraan Islandia sejak 2022. Anders Olsson, Ketua Komite Nobel Sastra Akademi Swedia, memuji cara Carson lepas dari puisi liris yang terikat pada narasi diri dan menginspirasi kelahiran bentuk-bentuk baru dalam sastra kontemporer.

"Metode penulisan ini menghasilkan karya-karya yang jenaka dan ironis, yang bergerak tidak hanya di antara puisi klasik dan modern, tetapi juga di antara berbagai genre dan bentuk seni," ujarnya.

Karya-karya terkenal Carson antara lain The Glass Essay, Autobiography of Red: A Novel in Verse, Nox, Float, dan The Beauty of the Husband: A Fictional Essay in 29 Tangos.

Carson telah menjadi profesor studi klasik selama lebih dari 30 tahun dan tulisan-tulisannya kerap terinspirasi oleh sastra Yunani. Hasil terjemahannya sering kali memberikan sentuhan modern pada karya-karya kuno.

"Kolaborasinya dengan seniman visual, koreografer, serta sutradara opera dan teater menunjukkan kebebasannya dalam berinteraksi dengan ekspektasi dan aturan sastra. Hal inilah yang menjadi alasan di balik betapa pentingnya peran karya-karyanya bagi panggung seni dan sastra internasional sejak era 1990-an,” kata Olsson.(dwi)

Baca juga:

Ilmuwan Belgia Raih Hadiah Nobel Fisika untuk Temuan ’Partikel Hantu' dari Teleskop Luar Angkasa

Baca Artikel Asli