Belum normalnya industri penerbangan tanah air, berimbas pada kinerja keuangan PT Angkasa Pura II. Perusaahaan ini harus melakukan penghematan, semisalnya di Bandara Soekarno-Hatta dengan menutup sementara Terminal 1 dan Terminal 2F.
"Secara grup termasuk anak usaha, penghematan bisa dilakukan mencapai 60 persen. Nominal penghematan cukup besar," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2020.
Ia menegaskan, di tengah pandemi, arus kas masuk (cash inflow)tengah tertekan dikarenakan lalu lintas penumpang turun, namun masih didukung dari tetap terjaganya bisnis angkutan kargo. Perusahaan memperketat manajemen arus kas sebagai salah satu upaya untuk menjaga kelangsungan bisnis di tengah pandemi COVID-19.
Baca Juga:
"Fokus di dalam business survival itu adalah memperhitungkan pengeluaran dengan ketat melalui program cost leadership, lalu memangkas belanja modal (capital expenditure/capex), serta memperketat cash flow management," ujarnya.
Saat ini, lanjut Awaluddin, perjalanan orang dengan pesawat berkurang signifikan akibat pandemi global COVID-19, di mana hal ini berdampak bagi industri penerbangan. Tetapi, konektivitas udara tetap perlu dijaga untuk mempercepat penanganan COVID-19. PT Angkasa Pura II, hingga saat ini tetap mengoperasikan 19 bandara untuk melayani penerbangan.
Turunya penumpang, membuat perusahaan pada awal 2020 ini, memangkas belanja modal dari sebesar Rp7,8 triliun menjadi hanya Rp1,1 triliun. Selain itu, belanja modal tersebut, hanya dikhususkan untuk proyek yang bersifat multiyears, pemeliharaan fasilitas guna menjamin keamanan, keselamatan, pelayanan, serta perumusan desain Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Tahun ini bukan tahun ekspansi bagi Angkasa Pura II karena kami memperhitungkan segala sesuatunya di tengah pandemi ini," ujarnya.
Baca Juga:
Jam Kerja ASN Resmi Dibagi 2 Jadwal, Perempuan Masuk Pagi