MerahPutih.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy bertemu Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Kamala Shrin Lakhdir.
Pertemuan ini mendiskusikan dampak kebijakan penghentian sementara bantuan luar negeri AS terhadap program pembangunan Indonesia.
Penghentian bantuan dapat mempengaruhi program penting di Indonesia, penanganan HIV/AIDS, TBC, dan penyediaan peralatan medis.
"Kami berharap dapat memperoleh pemahaman lebih lanjut mengenai kebijakan ini dan dampaknya terhadap program yang sedang berjalan," Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy di Gedung Bappenas, dikutip dari keterangan resmi, Jakarta, Jumat (7/2).
Baca juga:
Menkes Budi Terpaksa Cari Negara Donor Lain Imbas Trump Tutup USAID
Duta Besar AS menegaskan, penghentian sementara ini merupakan bagian dari proses evaluasi berdasarkan arahan eksekutif Presiden AS Donald Trump. Proses tinjauan ini untuk memastikan semua program bantuan luar negeri selaras dengan prioritas kebijakan luar negeri AS.
Selama masa penghentian sementara ini, hanya bantuan darurat tertentu yang dikecualikan, seperti penyediaan obat-obatan HIV/AIDS.
Ia memastikan, kedutaan Besar Amerika Serikat tetap menjalankan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mendukung logistik dan sistem pengiriman pengobatan.
Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas disebut telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah AS untuk mendukung agenda pembangunan, salah satunya melalui program Millennium Challenge Corporation (MCC).
Program MCC yang berfokus pada penguatan infrastruktur dan pengembangan kapasitas ekonomi tak termasuk dalam kebijakan penghentian sementara bantuan luar negeri, termasuk inisiatif Compact-II yang saat ini sedang disiapkan bersama Kementerian PPN/Bappenas akan tetap berjalan tanpa gangguan.
“Kerja sama pembangunan antara Indonesia dan Amerika Serikat adalah hubungan bersejarah yang telah memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," katanya.
Ia memastikan, Indonesia berkomitmen untuk memastikan kemitraan ini tetap kokoh dan produktif, sekaligus terus mendukung visi bersama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)