Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pengelola Lapangan Padel di Haji Nawi Janji Pasang Soundproofing Biar Warga Enggak Ngamuk

Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Februari 2026

Merahputih.com - Di balik hiruk-pikuk kawasan Haji Nawi Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, bunyi benturan bola padel yang konstan sempat menjadi 'musik latar' yang tidak diinginkan bagi warga sekitar. Sejak November 2025, ketenangan warga terampas oleh kebisingan dari lapangan olahraga yang sedang tren tersebut.

Namun, setelah melalui proses mediasi yang panjang, drama polusi suara ini akhirnya menemui titik terang melalui kesepakatan pemasangan dinding peredam.

Perwakilan dari PT Kreasi Arena Indonesia (Fourthwall Padel), Fajar Ediputra, menyatakan kesediaan pihak pengelola untuk segera melakukan renovasi fisik demi meredam suara yang bocor ke lingkungan luar. Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas keluhan warga yang merasa terganggu dengan aktivitas di lapangan tersebut.

Baca juga:

Aktivitas Padel Bikin Warga Haji Nawi Jengkel, Lapor JAKI Sampai Polisi Tidak Ada Solusi

“Kami akan memperkuat dinding, supaya suara dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam sehingga tak ganggu yang di luar,” kata Fajar Ediputra di Kantor Kelurahan Gandaria Selatan, Jakarta, Kamis (19/2).

Pembatasan Operasional Selama Ramadan

Selain perbaikan infrastruktur, pihak pengelola juga memutuskan untuk memangkas jam operasional selama bulan suci Ramadan. Kebijakan ini diambil bersamaan dengan dimulainya proses pemasangan soundproofing yang diperkirakan memakan waktu sekitar 35 hari.

Selama periode ini, aktivitas lapangan hanya dibatasi sebesar 50 persen dari kapasitas biasanya. Jam operasional yang semula panjang, kini dipangkas menjadi pukul 14.00 hingga 19.00 WIB saja. Langkah ini diharapkan mampu memberikan ruang ketenangan bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Jadi, pada saat bulan puasa, pemasangan soundproofing dan juga pembatasan jam operasional dilakukan secara bersamaan,” tutur Fajar menjelaskan skema teknis perbaikan tersebut.

Tantangan Zonasi dan Standar Desibel

Meski bersedia melakukan perbaikan, pihak pengelola menegaskan bahwa secara administratif, seluruh perizinan telah dikantongi sesuai aturan yang berlaku. Berdasarkan pengukuran internal, tingkat kebisingan di area lapangan diklaim masih berada di angka 70 desibel (dB).

Permasalahan utama muncul karena faktor zonasi, di mana bangunan komersial tersebut berdiri berdampingan langsung dengan rumah tinggal warga.

Baca juga:

Ramai Keluhan di Media Sosial, Pramono Siap Tertibkan Lapangan Padel tak Berizin

“Kalau mengikuti aturan sebenarnya, di lapangan kami desibel masih 70 dB. Cuman ini yang menjadi permasalahan adalah zonasi yakni berdampingan langsung dengan rumah tinggal,” ucap Fajar.

Melalui mediasi yang difasilitasi oleh Kelurahan Gandaria Selatan, diharapkan konflik antara kepentingan bisnis dan kenyamanan warga ini dapat terselesaikan.

Warga yang sebelumnya menuntut penghentian operasional kini memegang janji pengelola untuk menyelesaikan dinding peredam dalam waktu lima minggu ke depan demi terwujudnya harmoni di lingkungan Haji Nawi.

Baca Artikel Asli