Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Penembakan Terhadap TGPF Intan Jaya Sudah Diatur, Mahfud: Itu Jelas KKB-TPNPB

Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Oktober 2020

Merahputih.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan penghadangan dan penembakan terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya pada Jumat (9/10) sudah direncanakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Jadi itu sudah diatur seperti itu, itu jelas KKB-TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat). Itu yang sudah mengklaim, dan itu yang akan kita buru. Itu tugas negara memburu yang begitu, karena itu kriminal," ujar Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (13/10).

Baca Juga

Mutasi COVID-19 Mulai Masuk Asia Tenggara, Diduga 10 Kali Lebih Menular

Berdasarkan keterangan yang diperolehnya, saat dalam perjalanan dari Distrik Hitadipa Kabupaten Intan Jaya ada dua perempuan yang mencoba melambatkan iring-iringan rombongan mobil TGPF di wilayah tersebut.

Kemudian, salah satu anggota TNI yang menjadi korban penembakan, Sertu Faisal Akbar meminta mereka menyingkir.

"Pak Faisal ini yang mengawal, Faisal Akbar itu berteriak, ibu minggir, dia tersenyum saja, lalu datang tembakan dari atas," kata Mahfud.

Anggota TGPF Kasus Intan Jaya yang terluka dalam aksi penembakan terhadap rombongan tim investigasi di Kabupaten Intan Jaya Jumat (9/10) (Istimewa)



Setelah penembakan terjadi, perempuan tersebut menghilang. Kemudian, mereka ditembaki dari arah bawah.

Dia menduga tembakan dari bawah tersebut untuk memberi kesempatan penembak yang berada di atas untuk lari.

Mahfud menuturkan bahwa pelaku penembakan merupakan KKB, yang diperkuat oleh pengakuan Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM Sebby Sambom yang mengklaim serangan tersebut dari pihaknya.

Baca Juga

Bukannya Bikin Takut, Peti Mati Sosialisasi Bahaya COVID-19 Malah jadi Objek Swafoto



"Sudah jelas, itu klaim mereka. Dan itu memang betul direncanakan," kata Mahfud.

Sebelumnya, sebagaimana dikutip Antara, dosen Universitas Gadjah Mada yang merupakan anggota TGPF Intan Jaya Bambang Purwoko dan seorang personel TNI anggota Satgas Apter Hitadipa Sertu Faisal Akbar ditembak oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya Papua pada Jumat (9/10) pukul 15.30 WIT. (*)

Baca Artikel Asli