MerahPutih.com - Upaya pencarian delapan orang yang hilang setelah speed boat yang mereka tumpangi hilang kontak di Perairan Selat Sunda terus diperkuat. Dalam operasi SAR pada Kamis (10/9), tim gabungan mengerahkan helikopter untuk membantu memantau wilayah pencarian dari udara.
Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 diterjunkan untuk mendukung operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan kawasan Gunung Anak Krakatau, Banten.
Helikopter tersebut berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB.
Pesawat kemudian direncanakan menuju JIExpo Kemayoran, Jakarta, sebelum menjalankan rute operasi yang mencakup JIExpo Kemayoran, Pantai Carita, BPBD Banten, serta helipad/JIExpo Kemayoran.
Baca juga:
Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Berlanjut, TNI AL Kerahkan Sejumlah Kapal
Sebanyak tujuh personel berada di dalam helikopter yang dikerahkan untuk mendukung pencarian tersebut.
Mereka yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
Pengerahan helikopter dilakukan untuk memperluas sekaligus memperkuat pemantauan melalui jalur udara. Dukungan ini diharapkan membantu tim SAR gabungan menyisir wilayah yang sulit dijangkau melalui pencarian dari permukaan laut.
Baca juga:
Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Delapan Orang Masih Dicari
Delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri dari lima wartawan dan tiga kru kapal.
Mereka sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat menggunakan speed boat dari kawasan Pantai Carita, Pandeglang, menuju sekitar Gunung Anak Krakatau untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi gunung tersebut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian dengan mengerahkan berbagai sarana, baik melalui jalur laut maupun udara.
Tim SAR juga memperluas area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan cakupan penyisiran dan menemukan seluruh korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. (Knu)