Pemuda dan Radikalisme di Mata Mantan Teroris
Kamis, 02 November 2017 -
MerahPutih.com - Pemuda mempunyai peranan penting bagi sebuah bangsa. Pemuda memiliki kekuatan yang dapat menentukan kemajuan sebuah bangsa.
"Dikatakannya, dalam pepatah Arab ‘sesungguhnya pemuda itu adalah tonggak umat’. Kalau dia mundur maka mundurlah umat ini, namun apabila ia maju maka maju lah umat ini,” kata Muhammad Sofyan Tsauri di Jakarta, Rabu (1/11) lalu.
Sofyan merupakan mantan polisi yang pernah berdinas di Polres Depok. Tapi, ia juga mantan kombatan teroris pengikut jaringan Al Qaeda. Tapi, kini Sofyan sudah tobat dan kini aktif membantu pemerintah dalam menyuarakan perdamaian dan anti radikalisme terorisme.
Sofyan mengatakan pemuda memiliki idealisme yang kuat dan tak ingin mengekor. Kaum muda juga haus ilmu dan informasi. Tapi hal ini dimanfaatkan kelompok radikal dengan menyebarkan propaganda radikalisme untuk merekrut anggota baru.
“Karena itu kita harus bekali generasi muda dengan pengetahuan dan ilmu positif, terutama ideologi dan kebangsaan. Ini penting karena masa depan bangsa ini berada di tangan generasi muda,” imbuh Sofyan.
Sofyan meminta generasi muda Indonesia untuk bisa mengambil pelajaran dari perjalanan sejarah bangsa. Pasalnya, bangsa Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berawal dari Sumpah Pemuda 1928. Nilai dan semangat Sumpah Pemuda inilah yang harus terus diteladani, agar mereka tidak salah jalan seperti yang pernah ia lakukan saat terjerumus pada kelompok radikal terorisme.
“Generasi muda harus cerdas dalam mengaktualisasi diri terutama dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme,” tutur Sofyan.
Banyak teladan yang bisa dijadikan pelajaran generasi muda Indonesia. Salah satunya adalah teladan dari Rasulullah Muhammad SAW. (*)