MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini tengah menghitung harga tiket Mass Rapid Transit (MRT).
Sebab, menurut dia, tiket yang dijual nantinya sudah terintegrasi dengan transportasi umum lain sehingga para penumpang hanya membayar satu kali bayar saja meski menggunakan beberapa moda trasportasi.
" Iya (tiket yang terintegrasi) saat ini tarif sedang dalam proses akhir untuk kita menentukan. Perhitungan-perhitungan semua sudah selesai sebetulnya," ujar Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (31/1).
Selain itu, Anies menuturkan, PT MRT Jakarta juga bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) mengenai sistem pembayaran moda trasportasi ini dengan menggunakan kartu uang elektronik.
"Kemudian kita juga akan lakukan kerja sama dengan BI kalau tidak salah sekarang sedang pengujian dengan BI untuk kita bisa menggunakan tiketnya," jelas Anies.
Adapun rencananya MRT fase 1 Bundaran HI hingga Lebak Bulus akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang.
Anies pun menegaskan, pihaknya bakal mengumumkan dalam waktu dekat harga tiket MRT itu antara pertengahan atau akhir bulan Februari 2019 ini.
"Kita umumkan februari mungkin pertengahan atau akhir," tutupnya.
Diketahui sebelumnya, progres pengerjaan MRT fase 1 dari Bundaran HI sampai Lebak Bulus kini telah mencapai 98,59 persen atau kurang 1,4 persen lagi.
"Target kita operasi komersial antara 24 sampai 30 Maret. Kami masih mencari waktunya," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar Rabu (30/1) kemarin. (Asp)