Merahputih.com - Alat berat beroperasi saat pengerjaan proyek pembangunan ruang multifungsi (extended concourse) di Stasiun MRT Bundaran HI Bank Jakarta, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Proyek Extended Concourse Stasiun MRT Bundaran HI merupakan bagian dari pengembangan sirkulasi bawah tanah untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan penumpang sekaligus memperkuat konektivitas transportasi publik di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Pengembangan ini diarahkan untuk menghubungkan stasiun MRT dengan kawasan komersial di sekitarnya sehingga menciptakan konektivitas antarkawasan yang lebih terintegrasi.
Proyek tersebut dilakukan dengan memperluas struktur concourse eksisting sekitar 4.439 meter persegi, dengan panjang 158 meter, lebar 20 meter, dan tinggi 10 meter. Ruang bawah tanah itu dirancang untuk menampung hingga 17 ribu pengunjung serta menyediakan lebih dari 24 tenant ritel dengan luas area komersial sekitar 1.387 meter persegi. Selain ruang ritel, area tersebut akan dilengkapi fasilitas iklan, pop-up store, dan co-branding yang diharapkan dapat membuka sumber pendapatan non-farebox bagi MRT Jakarta. Pembangunan proyek dengan nilai sekitar Rp200 miliar itu ditargetkan mencapai progres 45 persen pada akhir 2026, selesai pada Mei 2027, dan diresmikan pada Juni 2027.
Pengembangan Extended Concourse juga mencakup pembangunan entrance baru di sisi timur dan barat untuk meningkatkan aspek keselamatan dan mendukung evakuasi dalam kondisi darurat, seperti bencana maupun kebakaran. Entrance baru dibangun menggunakan metode open cut di sisi jalur pedestrian sehingga rekayasa lalu lintas di Jalan MH Thamrin dapat diminimalkan.
Kehadiran ruang bawah tanah tersebut diharapkan semakin memperkuat integrasi transportasi publik dengan kawasan komersial di sekitar Bundaran HI, sekaligus mengantisipasi tambahan sekitar 6.000 penumpang per hari setelah MRT Jakarta Fase 2A beroperasi pada 2029 dan Jalur Timur-Barat pada 2032. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya membangun simpul transportasi perkotaan yang lebih terintegrasi menjelang Jakarta memasuki usia lima abad. (Foto: MP/Didik Setiawan).