Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemprov DKI Gandeng TNI AU Kelola Lahan 6,2 Hektar di Halim

Andika Pratama - Rabu, 11 November 2020

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta melakukan kolaborasi dengan TNI Angkatan Udara dalam mengelola lahan sawah seluas 6,2 hektar (ha) di Landasan Udara Halim Perdanakusuma (Lanud HLP).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, kolaborasi dalam sektor pertanian ini sangat penting. Sebab, untuk sektor pertanian di Jakarta, khususnya areal persawahan padi, lahannya relatif sangat terbatas.

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) DKI, hanya terdapat sekitar 414 hektar lahan sawah di DKI.

Baca Juga

Gerindra DKI: Indikatornya Apa Jakarta Disebut Amburadul?

“Apresiasi tulus kepada Komandan Pangkalan TNI Lanud Halim Perdanakusuma beserta para Prajurit TNI AU, yang mengembangkan usaha pertanian padi. Upaya ini juga menjadi bukti bentuk perhatian, kesungguhan, dan keuletan para petani di lahan persawahan Halim Perdanakusuma,” jelas Riza di Jakarta, Rabu (11/11).

Dengan adanya hasil panen padi, kata Riza, dapat menyumbangkan produksi gabah kering giling dan kebutuhan beras penduduk DKI yang diperkirakan rata-rata 0,3 Kg per hari, khususnya di tengah kekhawatiran krisis sebagai dampak pandemi COVID-19 dan memasuki musim penghujan tahun ini yang juga ditandai dengan fenomena La Nina.

“Karena itu, kita harus bersiap sejak awal, memastikan untuk meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi petani, memberikan perhatian kepada masyarakat pertanian yang tiap hari hidup bekerja menanam padi dan lain sebagainya,” tegas Riza.

Selain untuk menjaga ketahanan pangan, Riza juga mendorong agar pemanfaatan lahan sawah di Lanud HLP dapat digunakan untuk agroeduwisata, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Untuk itu, Riza meminta kepada Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan DKI untuk mendesain lebih detail rencana penyusunan agroeduwisata di lahan tersebut.

Baca Juga

Wapres: Jaga Kemajemukan Indonesia

“Jadi anak-anak datang untuk menanam dan memanen padi. Juga disiapkan tempat untuk mereka menaruh bibit, kemudian juga melihat proses perkembangan ikan, dari yang kecil sampai besar. Juga menanam cabai, pohon pisang, dan seterusnya,” ungkap Riza. (Asp)

Baca Artikel Asli