MerahPutih.com - TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur di ruas Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro), Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (20/10) hingga Rabu (21/10) itu melibatkan jet tempur F-16 Fighting Falcon dan pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano.
Uji coba tersebut dilaksanakan melalui tahapan gladi kotor dan gladi bersih di jalur tol antara Gerbang Tol Probolinggo Barat dan Probolinggo Timur, tepatnya pada segmen Km 834.000 hingga Km 837.500.
Dalam kegiatan ini, TNI AU mengerahkan dua F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi serta dua EMB-314 Super Tucano dari Lanud Abdulrachman Saleh.
Penggunaan ruas jalan tol sebagai lokasi uji coba berkaitan dengan konsep pertahanan negara yang menyiapkan infrastruktur sipil sebagai landasan pacu darurat atau runway alternatif. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan apabila pangkalan udara utama mengalami kelumpuhan dalam kondisi perang.
Jalan Tol Disiapkan sebagai Landasan Pacu Alternatif
Uji coba di Tol Paspro menjadi bagian dari upaya menyiapkan alternatif penggunaan infrastruktur nasional untuk mendukung operasi pertahanan udara.
Dalam skenario tertentu, jalan tol dapat difungsikan sebagai landasan pacu darurat apabila pangkalan udara utama tidak dapat digunakan. Konsep ini menempatkan infrastruktur sipil sebagai salah satu unsur pendukung kesiapan pertahanan negara.
Kegiatan tersebut melibatkan dua jenis pesawat dengan karakteristik berbeda, yakni F-16 Fighting Falcon yang berkemampuan supersonik dan EMB-314 Super Tucano yang menggunakan mesin turboprop.
Baca juga:
Bukan Cuma Hercules, Bandara Kertajati Jadi Bengkel Jet Tempur TNI
F-16 Fighting Falcon, Jet Tempur Supersonik Multiperan
Berikut spesifikasi utama F-16 Fighting Falcon berdasarkan informasi dalam naskah sumber:
- Kategori: Jet tempur supersonik multiperan.
- Kecepatan maksimum: Hingga Mach 2 atau lebih dari 2.400 km/jam.
- Mesin: Satu mesin turbofan Pratt & Whitney atau General Electric yang dilengkapi afterburner.
- Persenjataan: Kanon internal M61A1 Vulcan kaliber 20 mm dan sembilan titik eksternal (hardpoints) untuk membawa berbagai persenjataan.
- Jenis persenjataan: Rudal udara-ke-udara, termasuk AIM-9 Sidewinder dan AIM-120 AMRAAM, rudal udara-ke-darat, serta bom berpemandu.
- Fungsi utama: Superioritas udara, intersepsi ancaman udara, pemboman taktis, dan serangan presisi.
Kemampuan multiperan membuat F-16 dapat digunakan untuk berbagai misi pertahanan udara sesuai konfigurasi dan kebutuhan operasi.
Baca juga:
TNI Kaji Tol Probolinggo-Banyuwangi Buat Landasan Pesawat Tempur Saat Darurat
Super Tucano, Pesawat Serang Ringan Bermesin Turboprop
Berbeda dengan F-16, EMB-314 Super Tucano merupakan pesawat bermesin turboprop buatan Embraer, Brasil. Pesawat ini dirancang untuk mendukung operasi taktis, termasuk patroli udara, pengintaian, dan bantuan tembakan udara.
Berikut spesifikasi utama EMB-314 Super Tucano berdasarkan informasi dalam naskah sumber:
- Kategori: Pesawat serang ringan dan pesawat untuk operasi antigerilya (Counter-Insurgency/COIN).
- Kecepatan maksimum: Sekitar 590 km/jam.
- Mesin: Pratt & Whitney Canada PT6A-68C turboprop.
- Keunggulan operasional: Mampu terbang rendah dengan kelincahan tinggi, relatif hemat bahan bakar, serta dirancang untuk beroperasi dalam berbagai kondisi misi taktis.
- Persenjataan: Dua senapan mesin internal kaliber 12,7 mm di sayap, dengan kemampuan membawa pod senapan mesin, roket, bom konvensional, dan rudal udara-ke-udara jarak pendek.
- Fungsi utama: Patroli udara, pengintaian perbatasan, bantuan tembakan udara jarak dekat (Close Air Support/CAS), dan operasi antigerilya.
Karakteristik tersebut membedakan Super Tucano dari F-16, terutama dari sisi mesin, kecepatan, dan orientasi misi operasional.
Pelaksanaan uji coba pendaratan dan lepas landas di Tol Paspro menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur alternatif dalam mendukung pertahanan negara. (Knu)