Gerindra DKI: Indikatornya Apa Jakarta Disebut Amburadul?

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 11 November 2020
Gerindra DKI: Indikatornya Apa Jakarta Disebut Amburadul?

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif menyebut, kritik yang dilontarkan Ketum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri soal Jakarta sebagai kota yang amburadul tak sesuai fakta.

"Menurut saya tidak benar. Karena pernyataan amburadul tidak sesuai dengan fakta. Indikatornya apa Jakarta disebut amburadul?," ujar Syarif saat dikonfirmasi, Rabu (11/11).

Menurut Syarif, jika disebut ada kekurangan soal perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kota Jakarta pasti ada. Apalagi, jika dikaitkan dengan riset kota intelektual, menurut dia, harus didalami pada sejumlah faktor.

Baca Juga

PKS Minta Pemda DKI Tak Baper dengan Pernyataan Megawati

"Saya sedang memahami maksud statemen itu, apa berkaitan dengan kepentingan politik. Biarkan publik yang menilai," ujarnya.

Anak buah Prabowo Subianto ini menilai saat ini tata kelola kota Jakarta sudah berjalan optimal. Hal itu terbukti dari sederet penghargaan yang didapat DKI. Teranyar, kota yang dipimpin Anies Baswedan ini mendapatkan Sustainable Transport Award (STA) 2021.

"Sudah baik dan optimal. Malah banyak capain prestasi yang mendapat penghargaan, award. Tapi ini tidak membuat kita berpuas diri," pungkasnya.

Sebelumnya Megawati mengkritik soal tata kelola kota DKI Jakarta yang ia sebut menjadi amburadul. Pernyataan itu ia utarakan ketika berbicara dalam acara 'Dialog Kebangsaan: Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial'.

Dalam kegiatan ini, sebanyak tiga daerah menerima penghargaan sebagai kota intelektual atau 'City of Intellectual' versi riset Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ketiganya adalah Semarang yang dipimpin Hendrar Prihadi, Solo yang dipimpin FX Hadi Rudyatmo, dan Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini.

Penghargaan 'City of Intellectual' diberikan berdasarkan riset yang dikerjakan oleh tim yang dipimpin Ketua Senat dan Guru Besar UNJ Hafid Abbas. Menurut Mega, DKI Jakarta kian turun daya pembangunannya akibat tata kota yang tidak didesain dengan baik oleh para ahli.

Baca Juga

Gerindra Heran Megawati Sebut Jakarta Amburadul

"Persoalannya, sekarang saya bilang Jakarta ini menjadi amburadul, karena apa, ini tadi seharusnya city of intellect ini dapat dilakukan tata kotanya, masterplan-nya, dan lain sebagainya," kata Mega dalam kegiatan yang disiarkan secara secara daring, Selasa (10/11) kemarin. (Pon)

#Partai Gerindra #DKI Jakarta #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman
Pramono mengungkapkan laju inflasi di Jakarta hingga saat ini masih terkendali dan terjaga dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman
Indonesia
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Perangkat daerah diminta mempercepat penyelesaian kegiatan agar realisasi anggaran tidak menumpuk pada November dan Desember.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Serapan Belanja APBD DKI 2026 Baru 54,39 Persen, Perangkat Daerah Diminta Gercep Selesaikan Kegiatan
Indonesia
Jakarta Krisis Lahan Makam, Pemprov DKI Segera Cek Aset
Pemprov DKI mengidentifikasi aset milik daerah yang berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lahan makam di Ibu Kota.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Jakarta Krisis Lahan Makam, Pemprov DKI Segera Cek Aset
Indonesiaku
Ternyata Sosok Pahlawan, ini Sejarah Tugu Tani yang kini Jadi Lokasi Langganan Demo Mahasiswa
Nama tugu ini sebenarnya ialah Tugu Pahlawan
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Ternyata Sosok Pahlawan, ini Sejarah Tugu Tani yang kini Jadi Lokasi Langganan Demo Mahasiswa
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Indonesia
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Arah angin di Kalimantan belum tentu sama dengan di Laut Jawa maupun Jakarta.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Asap Karhutla Berpotensi Sampai Jakarta, Tergantung Pergerakan Angin
Indonesia
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Petugas menyisir kawasan tersebut dan menangkap tiga pemuda berikut dua bilah celurit, dua telepon genggam, serta dua sepeda motor.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Polisi Tangkap Belasan Pemuda yang Hendak Tawuran di Jaktim dan Jakpus, Bawa Sajam
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Indonesia
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Bagikan