Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemkot Solo Putus Kontrak Rekanan Proyek GOR Manahan

Zulfikar Sy - Jumat, 08 Oktober 2021

MerahPutih.com - Pemerintah (Pemkot) Solo Solo, Jawa Tengah memutus kontrak rekanan pelaksana pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Manahan.

Pembangunan GOR Manahan tersebut menelan dana Rp 10,499 miliar bersumber dari Bantuan Gubernur (Bangub) Jawa Tengah APBD Provinsi 2021.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Ahyani mengatakan, dari sekian proyek fisik di Solo pada tahun ini, hanya ada satu yang bermasalah. Proyek itu adalah GOR Manahan.

Baca Juga:

Pertandingan Pertama Grup C di Stadion Manahan, AHHA PS Pati Juru Kunci Klasemen

"Proyek GOR Manahan bermasalah. Rekanan tidak profesional kita putus kontrak," ujar Ahyani di Balai Kota Solo, Jumat (8/10).

Pemkot Solo, lanjut dia, merasa rugi dengan berhentinya proyek pembangunan GOR Manahan. Di mana sesuai rencana awal GOR Manahan sudah bisa digunakan tahun 2022.

"Harusnya proyek GOR Manahan sudah selesai dan bisa digunakan tahun depan. Rencana itu batal gegara rekanan tidak bekerja sesuai kontrak," kata dia.

Proyek GOR Manahan Solo mangkrak akibat rekanan diputuskan kontrak karena dianggap tidak profesional, Jumat (7/10). (MP/Ismail)
Proyek GOR Manahan Solo mangkrak akibat rekanan diputuskan kontrak karena dianggap tidak profesional, Jumat (7/10). (MP/Ismail)

Ahyani mengatakan, pengerjaan proyek GOR Manahan sampai saat ini belum sampai 70 persen. Untuk lelang ulang, akan dilakukan tahun 2022 nanti.

"Kita lelang ulang proyek tahun depan. Sebelum itu dilakukan kami minta rekanan serah terima aset dulu," katanya.

Menurutnya, dalam proyek GOR Manahan ini, dari Pemkot sudah memberikan waktu bagi kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun, ternyata proyek tetap tidak selesai

"Kontraktor pelaksana proyek GOR Manahan mendapat dobel penalti. Denda keterlambatan sama jaminan pelaksanaan," kata dia.

Baca Juga:

PT LIB Lanjutkan Putaran Liga 1 di Stadion Manahan Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka juga menyayangkan proyek GOR Manahan yang tak selesai sampai kontrak habis.

Ia pun memutuskan melakukan blacklist terhadap rekanan tersebut.

"Kontraktor tidak profesional. Kita sudah beberapa kali berikan keringanan waktu pekerjaan, tapi tidak bisa mengerjakan. Mereka saya blacklist," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Kaesang Berniat Beli Stadion Manahan, Gibran: Dibicarakan Harganya Dulu

Baca Artikel Asli