Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemerintah Klaim Stok Beras Saat Ini Terkuat Dalam 20 Tahun Terakhir

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 April 2025

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi nasional pada Februari 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data BPS, luas panen padi pada Februari 2025 mencapai 0,76 juta hektare, atau naik 0,29 juta hektare (63,53 persen) dibandingkan Februari 2024 yang hanya sebesar 0,46 juta hektare.

Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Februari 2025 diperkirakan sebesar 3,88 juta ton GKG. Angka ini naik 1,47 juta ton GKG (60,86 persen) dibandingkan Februari 2024 yang sebesar 2,41 juta ton GKG.

BPS juga memperkirakan potensi luas panen pada Maret–Mei 2025 mencapai 4,30 juta hektare. Angka tersebut meningkat 0,23 juta hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga:

Ribuan Pemudik Serbu Termibal Lebak Bulus Pasca Puncak Mudik, Mayoritas Berasal dari Jawa Barat

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional saat ini mencapai level tertinggi dalam 20 tahun terakhir.

"Sekarang ini petani bahagia, produksi meningkat, ketahanan pangan kita kuat, stok kita tertinggi selama 20 tahun," kata Mentan seusai menghadiri acara wisuda Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/4).

Ia menyampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Perum Bulog, produksi padi secara nasional juga tertinggi selama 7 tahun. Sehingga Indonesia berada dalam kondisi terbaik dalam hal ketahanan pangan selama dua dekade terakhir.

Menurut Mentan, dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian terbukti membawa hasil nyata. Sarana produksi, hilirisasi, hingga pengendalian harga terus didorong pemerintah demi memastikan kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Saat ini, kata ia, sejumlah negara seperti Malaysia, Jepang, dan Filipina tengah menghadapi krisis beras, berbeda dengan Indonesia yang justru mampu menjaga stabilitas pangan nasional.

“Kita patut bersyukur. Dengan jumlah penduduk 282 juta, bayangkan dampaknya jika terjadi kelangkaan pangan. Bisa timbul konflik sosial, bahkan mengancam stabilitas negara,” tegasnya . (*)

Baca Artikel Asli