Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemerintah Gulirkan Program Sejuta Rumah

Noer Ardiansjah - Jumat, 05 Mei 2017

Presiden Joko Widodo menyatakan pihaknya akan terus mengupayakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Tak hanya di Pulau Jawa, tapi juga di pulau-pulau lainnya di seluruh Indonesia.

"Inilah yang ingin kita bangun di mana-mana. Di seluruh kota yang ada di Tanah Air ini karena sudah dianggarkan di APBN kita. Targetnya saya kira akan tercapai sesuai dengan yang telah kita gariskan," ucap Presiden di Cikarang, Bekasi, Kamis (4/5).

Dikatakan, Pemerintah terus mengupayakan program sejuta rumah.

Presiden meresmikan hunian layak huni dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Villa Kencana Cikarang, Jalan Raya Pulo Sirih, Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Inilah yang ingin kita bangun di mana-mana. Di seluruh kota yang ada di Tanah Air ini karena sudah dianggarkan di APBN kita. Targetnya saya kira akan tercapai sesuai dengan yang telah kita gariskan," katanya.

Berdasarkan keterangan tertulis Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, sebanyak 8.749 unit rumah disiapkan pada proyek pembangunan tersebut; sebanyak 4.734 unit telah diselesaikan dan 3.600 unit telah dilakukan akad jual-beli.

"Saya senang sekali. Jadi, pembangunan rumah sederhana untuk rakyat seperti yang ada di Villa Kencana Cikarang ini sudah dibangun 4.734 unit. Akan dibangun lagi 4.015 unit dan yang sudah akad 3.600 unit. Tipe rumahnya 25/60. Harganya Rp112-141 juta," kata Presiden.

Presiden sempat berdialog dengan beberapa pembeli hunian tersebut. Ia ingin mendengar langsung dari masyarakat, apakah harga yang ditawarkan pemerintah beserta cicilannya itu masih dirasakan membebani masyarakat.

"Harganya Rp112-141 juta, ini mahal tidak?" tanya Presiden.

Uus Kusnadi, seorang pembeli yang ditanyakan langsung oleh Presiden, menyatakan kesanggupannya untuk membeli hunian dengan harga yang ditawarkan tersebut. Ia juga mengaku sanggup untuk membayarkan cicilan sebesar Rp750-900 ribu yang telah ditetapkan.

"Insya Allah, Pak. Pasti," jawab Uus.

Kesanggupan yang sama juga dinyatakan oleh pembeli lainnya yang mengaku berpenghasilan sekitar Rp3,5 juta per bulannya.

"Pendapatan saya Rp3,5 juta per bulan. Untuk bayar angsuran rumah Rp700 ribu. Itu masih ada sisa buat yang lain-lainnya nanti," kata Eep.

Kemudian, agar lebih membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian terjangkau tersebut, pemerintah juga memberikan bantuan uang muka dan administrasi sebesar Rp4 juta. Sementara untuk pembayaran di muka ditetapkan sebesar 1 persen.

Presiden pun memastikan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat. Tak hanya di Pulau Jawa saja, tapi juga di pulau-pulau lainnya di seluruh Indonesia.

"Inilah yang ingin kita bangun di mana-mana. Di seluruh kota yang ada di Tanah Air ini karena sudah dianggarkan di APBN kita. Targetnya saya kira akan tercapai sesuai dengan yang telah kita gariskan," ucap Presiden mengakhiri.

Turut mendampingi Presiden, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki.

Baca Artikel Asli