MerahPutih.com - Wajah lelah tampak keluar dari Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di kasus pencemaran nama baik Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya tidak ditahan oleh polisi.
Haris mengaku ditanya hampir 30 pertanyaan oleh penyidik selama delapan jam. Ia mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut tidak ada pertanyaan spesifik soal materi riset yang diungkapkan dalam akun Youtube nya.
Baca Juga
Komisi III DPR: Lebih Bijak Luhut Cabut Laporan Terhadap Haris-Fatia
"Saya banyak bicara soal (konten) YouTube. Siapa yang upload, siapa yang pencet tombol," kata Haris kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/3).
Haris yang mengenakan kemeja lengan panjang ini tdak banyak ditanya perihal riset yang telah dilakukan dan menjadi dasar argumen soal dugaan bisnis tambang di Papua.
"Ada satu pertanyaan soal perusahaan-perusahaan tambang dan kita sudah jelaskan semua bukan hanya dari riset tapi juga bahan dasar dari riset itu untuk ditulis," terang Haris.
Pemeriksaan hari ini merupakan pertama kalinya keduanya diperiksa dengan status tersangka. Sebelumnya keduanya sudah dua kali diperiksa saat masih berstatus sebagai saksi.
Baca Juga
Penetapan Tersangka Haris Azhar dan Fatia Dikritik Bentuk Kriminalisasi Aktivis
Keduanya akan mengajukan praperadilan setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik.
“Kalau dari kami sih bakal mengajukan praperadilan, kalau dari kepolisian kami gak tau bisa ditanyakan ke penyidik, tapi kalau dari kami praperadilan akan ditempuh,” kata Fatia yang memakai kemeja hitam ini.
Fatia menjelaskan, materi pemeriksaan hari ini berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya. Kali ini, ia lebih banyak ditanya soal riset.
“Memang kalau di pertanyaan saya lebih banyak mengaitkan soal riset dan pernyataan jadi semuanya dapat dijawab, karena semua berkaitan dengan hasil dari isi riset tersebut,” ujar Fatia.
Haris dan Fatia hari ini diperiksa sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya dilaporkan setelah penayangan video berjudul, "Ada Lord Luhut Di balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!!". (Knu)
Baca Juga
Penuhi Panggilan Penyidik, Haris Azhar: Ada Diskriminasi Penegakan Hukum