MerahPutih.com - Pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Sumatera Utara masih diberlakukan menyusul kerusakan infrastruktur transmisi PLN akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Kamis (4/6/2026).
Kerusakan tersebut menyebabkan 12 tower transmisi PLN mengalami gangguan, terdiri dari sembilan tower roboh dan tiga tower lainnya rusak.
Akibat kondisi tersebut, pasokan listrik di beberapa daerah belum dapat dipulihkan sepenuhnya. PLN pun menerapkan manajemen beban secara terukur untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan selama proses perbaikan berlangsung.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sumatera Utara, Efron Lumban Gaol, mengatakan pelanggan berpotensi mengalami penghentian sementara pasokan listrik hingga dua kali dalam sehari.
"Selama proses pemulihan berlangsung, sebagian pelanggan berpotensi mengalami penghentian sementara pasokan listrik sebanyak satu hingga dua kali dalam sehari dengan durasi sekitar tiga jam pada setiap periode pengaturan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2026).
Baca juga:
Pemadaman Listrik Terjadi di Sumatra, Politikus Desak Audit PLN
Wilayah yang Terdampak Pemadaman Bergilir
Pemadaman bergilir saat ini diberlakukan di sejumlah kabupaten dan kota yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan Sumatera Utara, antara lain:
- Kota Medan
- Kota Binjai
- Kabupaten Deli Serdang
- Kabupaten Langkat
- Kabupaten Serdang Bedagai
PLN menjelaskan bahwa pengaturan pasokan listrik dilakukan secara bergantian guna menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas.
Menurut Efron, pengaturan tersebut dilakukan secara real-time dengan mempertimbangkan kondisi sistem kelistrikan yang masih dalam tahap pemulihan.
"Pengaturan pasokan listrik dilakukan secara terukur dan bergantian untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan. Kami terus memantau secara real-time dan mengupayakan agar dampak yang dirasakan pelanggan dapat diminimalkan," katanya.
Baca juga:
Pemadaman Listrik Massal Landa Sumatra, PLN Ungkap Penyebabnya
Penyebab Pemadaman Listrik di Medan dan Sekitarnya
Gangguan kelistrikan bermula saat hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Kamis malam, 4 Juni 2026.
Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan serius pada jaringan transmisi listrik bertegangan tinggi yang menjadi tulang punggung penyaluran energi di wilayah Sumatera Utara.
Dampaknya, pasokan listrik ke sejumlah daerah terganggu dan PLN harus melakukan pengurangan beban secara bergilir demi menjaga kestabilan sistem secara keseluruhan.
Pemadaman listrik yang berlangsung selama beberapa hari terakhir telah dirasakan masyarakat di Medan Selayang, Binjai, Deli Serdang, Langkat hingga Serdang Bedagai.
PLN Bangun Tower Emergency untuk Percepat Pemulihan
Sebagai langkah percepatan pemulihan sistem, PLN mendatangkan empat set Tower Emergency (TE) dari berbagai daerah.
Peralatan tersebut berasal dari:
Baca juga:
Banda Aceh Masih Pemadaman Bergilir, PLN Minta Waktu Perbaikan Sampai Minggu
- Aceh (1 set)
- Sumatera Selatan (1 set)
- Jakarta (2 set)
Dua set Tower Emergency dari Jakarta bahkan dikirim menggunakan pesawat Hercules untuk mempercepat mobilisasi ke lokasi terdampak.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera, Yenti Elfina, mengatakan pembangunan tower darurat menjadi fokus utama PLN saat ini.
Menurutnya, Tower Emergency akan dipasang pada jalur transmisi SUTET 275 kV yang mengalami kerusakan paling parah akibat cuaca ekstrem.
Target Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumut
PLN menargetkan pembangunan Tower Emergency dapat selesai pada 14 Juni 2026 apabila kondisi cuaca dan akses pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana.
Baca juga:
Layanan KRL Tidak Terganggu Pemadaman Listrik Serentak di Jakarta
Ratusan personel PLN saat ini bekerja selama 24 jam untuk mempercepat proses konstruksi dan normalisasi sistem transmisi.
"Seluruh personel bekerja secara maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis pendirian Tower Emergency dapat diselesaikan sesuai target sehingga proses normalisasi sistem kelistrikan dapat berjalan lebih cepat," ujar Yenti.
PLN juga memastikan koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak guna mempercepat pemulihan dan mengembalikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Sumatera Utara.