Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Pelepah Pinang Jadi Alternatif Baru Kemasan Makanan

Andreas Pranatalta - Minggu, 06 Juni 2021

KEMENTERIAN Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif memperkenalkan produk kreatif kemasan makanan berbahan dasar pelepah pinang, disebut Plepah dalam weekly press briefing. Kemasan ini bisa jadi alternatif baru ketimbang menggunakan plastik atau styrofoam.

Mengutip ANTARA, Menparekraf Sandiaga Uno didampingi Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Josua Puji Mulia Simanjuntak, serta Perwakilan Tim Plepah Rengkuh Bayu, menampilkan produk diharapkan bisa jadi solusi isu global.

Dari segi bentuk, kemasan Plepah tampil alami dengan warna cokelatnya menyerupai kayu. Di bagian tengah dalam juga ada branding tulisan Plepah. Kemasan makanan ini mungkin juga bisa dijadikan hiasan di rumah.

Plepah digagas Community Driven Innovation nan tergerak karena dunia menghadapi masalah sampah, dan paling banyak adalah sampah styrofoam.

Baca juga:

Seberapa Berbahaya BPA dalam Botol Kemasan?

“Teman-teman Footlose Commmunity Driven Innovation sudah menerapkan adaptasi, kolaborasi, dan inovasi. Adaptasi dengan isu-isu lingkungan, kolaborasi dengan Pemerintah Musi Banyuasin, serta masyarakat lokal dan terpenting inovasi menghadirkan solusi,” kata Sandiaga. “Solusi untuk lingkungan hidup, solusi sosial menciptakan lapangan kerja, dan mudah-mudahan ini juga menjadi langkah kita untuk menghindari penggunaan styrofoam”.

Dari riset di 18 kota, kontribusi sampah styrofoam sebesar 0,27 sampai 0,59 ton ke laut di Indonesia dapat mengancam biota laut. Oleh karena itu, solusi diciptakan adalah menghadirkan kemasan makanan dari bahan alami, seperti pelepah pinang.

Baca juga:

Kenali 7 Arti Logo Daur Ulang Plastik

Bahan dasar tersebut banyak ditemukan di perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet. Selain itu, produk kreatif ini juga membuka lapangan pekerjaan luas bagi masyarakat setempat.

Plepah dikembangkan atas keprihatinan terhadap limbah organik dianggap sampah dan tidak bisa diolah. Sampah organik seperti pelepah pinang dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi melalui peran pemberdayaan masyarakat. Produk ini terdiri dari piring sekali pakai ramah lingkungan, dan kotak makan kemasan.

Baik piring maupun kemasan makanan teruji kokoh, tahan air, tahan panas hingga 200 derajat Celcius, bisa masuk oven dan microwave, dan bisa terurai di tanah dalam 60 hari. (and)

Baca juga:

Membungkus Makanan Panas dengan Plastik, Berbahaya

Baca Artikel Asli