Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Pelatih Newcastle Ingin Pertahankan Isak dan Guimaraes

Soffi Amira - Minggu, 12 Mei 2024

MerahPutih.com - Pelatih Newcastle United, Eddie Howe mengatakan, timnya akan kesulitan menembus kompetisi Eropa jika melepas Alexander Isak dan Bruno Guimaraes, pada akhir musim ini.

Jadi, Howe ingin mempertahankan Isak dan Guimaraes meski hal itu sulit dilakukan. Sebab, dua pemain bintang itu diminati oleh beberapa klub raksasa.

Gelandang Brazil, Guimaraes, menjadi incaran Paris Saint-Germain dan Real Madrid. Sementara itu, striker Swedia, Alexander Isak, mulai dibidik oleh dua klub London, yaitu Arsenal dan Tottenham.

Isak yang masuk nominasi Pemain Terbaik Liga Premier Inggris dengan torehan 24 gol di semua kompetisi pada musim ini, menjadi incaran Barcelona dan Liverpool.

Baca juga:

Barcelona Bakal Jual 4 Pemain di Bursa Transfer Musim Panas

"Saya yakin, saya mau mereka tetap di sini. Semua rencana saya ada pada mereka untuk skuad kami," kata Eddie Howe sebagaimana diwartakan AFP, Sabtu (11/5).

Namun, keinginan Howe tampaknya tidak sejalan dengan rencana klub yang ingin melepas dua pemain bintang itu. Apalagi, jika ada klub yang menawar dengan harga tinggi.

Sebelumnya, Guimaraes didatangkan senilai 35 juta euro dari Lyon. Lalu, Isak ditebus 63 juta euro dari Real Sociedad.

Pimpinan eksekutif Newcastle, Darren Eales menegaskan, secara bisnis klub harus melepas pemain bintang dengan harga yang layak untuk menjaga skala profitabilitas.

Baca juga:

5 Pemain Bayer Leverkusen yang Bakal Jadi Incaran di Bursa Transfer

Bruno Guimaraes diincar oleh PSG dan Real Madrid
Bruno Guimaraes diincar oleh PSG dan Real Madrid. Foto: Newcastle United
>Sebaliknya, Howe memperingatkan, bahwa ambisi klub untuk mencapai kompetisi Eropa akan sulit tercapai jika mereka melepas pemain bintang.

“Kami membangun skuad dan tim yang sukses. Untuk melakukan itu, kami tidak ingin menjual pemain terbaik,” kata Howe.

"Mereka sangat penting bagi kami. Penjualan akan membuat kami terpuruk karena kami harus memulai dari awal lagi," tutup mantan pelatih Bournemouth itu. (*)

Baca Artikel Asli