PBB Berada di Persimpangan Jalan Menyusul Penangkapan Nicolas Maduro, DPR RI: Jangan Hanya Sekadar Jadi Forum Retorika
Senin, 05 Januari 2026 -
>>MerahPutih.com>> - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menilai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat (AS) membuat eksistensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi diperiksa.
>>Sukamta menilai, kini PBB berada di persimpangan jalan, apakah sebagai penjaga perdamaian dunia atau semakin terpinggirkan oleh tindakan sepihak negara-negara yang kuat.
>>“PBB tidak hanya menjadi forum retorika, tetapi mampu menegakkan hukum internasional secara adil dan setara,” kata Sukamta kepada wartawan di Jakarta, dikutip Senin (5/1).
>>Menurut Sukamta, penangkapan kepala negara berdaulat dilakukan secara sepihak tanpa mekanisme hukum internasional yang sah.
>>“Maka dunia sedang bergerak menuju era politik global yang berbasis kekuatan, bukan hukum,” jelas Sukamta.
>>Sukamta menilai penangkapan kepala negara berdaulat secara sepihak tanpa mekanisme hukum internasional yang sah dapat menciptakan preseden berbahaya dalam politik global.
>>Baca juga:
>>Ia berhati-hati, praktik tersebut berisiko dinormalisasi oleh negara-negara kuat.
>>“Ini adalah alarm keras bagi semua negara yang menjunjung tinggi prinsip non-intervensi dan penyelesaian damai,” ujarnya.
>>Ia menambahkan, dampak tindakan tersebut tidak hanya dirasakan di wilayah Amerika Latin, tetapi juga berimplikasi pada stabilitas global, khususnya bagi negara berkembang dan negara-negara Global Selatan.
>>Sukamta menyebut situasi ini sebagai peringatan bagi negara-negara yang menjunjung prinsip non-intervensi dan penyelesaian damai.
>>Terkait sikap Indonesia, Sukamta menegaskan pentingnya konsistensi politik luar negeri bebas aktif dengan mengedepankan diplomasi dan multilateralisme.
>>“Indonesia tidak seharusnya berdiam diri terhadap praktik yang berpotensi membahayakan perlindungan negara dan merusak norma internasional pasca Perang Dunia II,'' tutup Sukamta yang juga politikus PKS ini. (Knu)