Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Pau Cubarsi Paredes Peraih Young Player of the Tournament 2026, Awal Karier Sampai Disebut Trio Catalan

Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026

MERAHPUTIH.COM - PAU Cubarsi Paredes menerima penghargaan Young Player of the Tournament 2026 alias Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026. Prestasi membanggakan tersebut menjadi pengakuan dunia akan bakat dan dedikasi. Cubarsi jadi bintang muda baru yang mencolok. Cubarsi dilahirkan 22 Januari 2007, tempatnya di Estanyol, sebuah desa kecil di kawasan Bescano, Girona, Catalonia, Spanyol.

Cubarsi bisa dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik setelah timnasnya mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2026 dengan skor 1-0.

Pencapain Pemain Muda Terbaik Piala Dunia menjadi penghargaan bergengsi yang ia terima. Jarang sekali atlet sepak bola meraih penghargaan ini di usia muda. Hal itu mengingat rentang usia pemain bola profesional umumnya di median dewasa awal 20-an lebih saat mencapai titik Piala Dunia.

Namun, Cubarsi malah menjadikannya pemain termuda keempat yang pernah tampil di final pada usia 19 tahun 178 hari, tepat di belakang rekan setimnya, Lamine Yamal yang berada di posisi ketiga. Yamal tampil pada usia 19 tahun enam hari.

Baca juga:

Tinggalkan JIS Markas Persija dengan Rasa Kecewa, Pau Cubarsi Kini Tersenyum Lebar di Stadion New York New Jersey



Awal Karier Cubarsi di Sepak Bola, Dari Akademi Lokal Menuju La Masia



Pau Cubarsi Paredes mengawali karier di akademi lokal FC Vilablareix dan Girona FC sebelum bergabung dengan akademi FC Barcelona (La Masia) pada 2018.

Pada saat akan bergabung ke La Masia, usia Cubarsi baru 11 tahun. Barcelona dikabarkan meyakinkan orangtua Cubarsi agar anak bungsu mereka didik bersama Blaugrana di La Masia agar bakat bermain bola Cubarsi kian tajam, setajam pendahulunya, Xavi Hernández, Andrés Iniesta, dan Lionel Messi.

Setelah bertahun-tahun Cubarsi ditatar dengan kurikulum Blaugrana, musim 2023/24 menjadi momen penting dalam kariernya karena ia debut kompetitif bersama tim utama.
Anak muda tersebut tercatat sudah bermain sebanyak 128 kali. Ia menciptakan dua gol sepanjang tournamen yang diikutinya bersama Barca.

Ia tergabung pemain utama U- 18, memenuhi panggilan Barca Atletic dan panggilan squad utama. Pada Januari 2024, ia tampil melawan Unionistas di Copa del Rey. Sebulan sebelumnya, ia telah tampil untuk tim utama dalam pertandingan persahabatan di Dallas melawan Club America.

Pada musim 2024/25 di bawah kepelatihan Hansi Flick, bek tengah ini terus menjadi pemain andalan di starting XI. Cubarsi tampil sebanyak 56 kali dalam musim tersebut. Ia meraih gelar pertamanya sebagai pemain Blaugrana, memenangi Piala Super Spanyol, Copa del Rey, dan liga.

Bek tersebut mencetak gol pertamanya untuk klub dalam pertandingan Copa del Rey melawan Atletico Madrid. Ia juga memperpanjang kontrak dengan FC Barcelona hingga 2029.

Bek tengah ini bermain dalam 24 pertandingan resmi tim utama pada musim 2023/24 serta bermain di Piala Dunia U17 pada musim 2023/24 dan debut untuk tim nasional Spanyol senior. Pada musim panas 2024, ia meraih medali emas saat membela Spanyol di Olimpiade Paris.

Baca juga:

Pau Cubarsi Resmi Sabet Gelar Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 Pecundangi Lamine Yamal


Angkatan 2007 yang Gemilang, Duet Yamine Lamal dan Marc Bernal


Pau Cubarsi disebut sebagai satu angkatan akademi La Masia yang gemilang, dua antaranya ialah Yamine Lamal dan Marc Bernal. Ketiganya disebut sebagai 'Trio Catalan', mengingat tiga anak muda tersebut berasal dari Catalan, Spanyol.

Penampilan ketiganya selalu jadi perbincangan. Ketiganya menjadi bekal gemilang menyongsong masa depan tim utama Barca. Menurut catatan tim Barcelona, ketiganya bertemu dan bermain bersama saat di level U12A pada musim 2018/2019. Saat itu, Yamal menjadi pencetak gol terbanyak, dengan Cubarsi dan Bernal juga menjadi pemain inti reguler untuk tim yang memenangi setiap pertandingan liga yang mereka mainkan.

Sebagai bek tengah, Cubarsi dikenal punya pertahanan yang kokoh dan bermain tenang menjaga halaman tim tidak mudah ditembus tim lawan sekaligus mampu membawa bola keluar.

Piala Dunia 2026 jadi buktinya. Dia berduet dengan Aymeric Laporte. Duetnya yang sulit dilewati, terbukti dengan hanya terjadi satu kali kebobolan sepanjang turnamen Piala Dunia berlangsung. Namun, jauh dari pekan olahraga sepak bola yang panas ini, ketiga pemain berusia 18 tahun tersebut mencuri perhatian karena menonjol, misalnya dalam semifinal Copa del Rey baru-baru ini melawan Atletico Madrid.(Tka)

Baca juga:

Momen Aneh! Pau Cubarsi Intip VAR usai Dapat Kartu Merah, Layar Langsung Dimatikan


Sumber Foto: website/Barcelona

Baca Artikel Asli