Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pasukan Iran Siaga Penuh dan Siap Bertindak Jika Gencatan Senjata Berakhir

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 April 2026

MerahPutih.com - Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai memblokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, yang menyumbang sekitar 20 persen dari pasokan minyak, produk petroleum, dan LNG dunia.

Washington menegaskan bahwa kapal-kapal non-Iran bebas melintasi Selat Hormuz selama mereka tidak membayar bea kepada Teheran.

Blokade ini ditengah negosiasi dan ancaman AS akan melakukan serangan jika tidak ada kesepakan saat gencatan senjata tengah berlangsung selama 2 pekan.

Militer Iran menyatakan siap menyerang target yang telah ditentukan jika Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap negara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan pada Rabu (22/4).

Peringatan itu disampaikan juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyusul apa yang disebutnya sebagai ancaman berulang dari Presiden Donald Trump dan komandan militer AS.

"Pasukan kami yang kuat dan mumpuni telah lama berada dalam kondisi siaga penuh dan siap bertindak kapan saja," kata Zolfaghari.

Ia menambahkan, jika terjadi "agresi atau tindakan apa pun terhadap Republik Islam Iran," pasukan Iran akan "segera menyerang target yang telah ditentukan dengan kekuatan penuh."

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump pada Selasa mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan. Gencatan senjata akan diperpanjang hingga Iran mengajukan apa yang ia sebut sebagai "proposal terpadu. (*)

Baca Artikel Asli