Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

SDN 15 Pagi Jagakarsa Bangkit Tanpa Trauma Pasca Teror Bom, KBM Jalan Terus!

Wisnu Cipto - 2 jam, 48 menit lalu

MerahPutih.com - Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso memastikan tidak ada indikasi guru atau pun siswa yang mengarah pada kondisi trauma pasca-teror ancaman bom yang melanda SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan di hari pertama sekolah, Senin (13/7).

Baca juga:

Isi Lengkap Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Pelaku Seret-Seret Pak RT

Untuk itu, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa dipastikan Selasa (14/7) besok akan menjalani berjalan normal mengikuti skema Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Tentu hal ini akan menjadi bahan evaluasi bersama. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi di DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Selatan,

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso.

KBM Normal Sinergi dengan Polisi dan Dinas PPAPP

Kepada media, Santoso memastikan berdasarkan hasil komunikasi baik dengan peserta didik maupun guru mengatakan mereka masih dapat berkomunikasi dengan baik dan melaksanakan kegiatan lainnya.

Santoso menjelaskan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar besok, dipastikan tidak akan ada acara khusus, dan semua unsur akan membaur dengan jadwal yang sudah ada dalam agenda sekolah.

Perbedaannya adalah untuk kegiatan besok, kami telah bersinergi dengan pihak kepolisian. Kami juga akan melibatkan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Pemprov DKI Jakarta,

Kasudin Wilayah I Jaksel Santoso.

Kronologi Ancaman Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa

Hari ini, MPLS hari pertama sekolah di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa terpaksa dibubarkan. Kepolisian menerima laporan teror bom pada pukul 07.30 WIB, saat siswa dan guru di sekolah tersebut sedang melaksanakan upacara pada hari pertama MPLS.

Baca juga:

Hari Pertama MPLS SDN Srengseng Sawah 15 Dibubarkan, Polisi Sisir Dugaan Teror Bom

Teror berawal dari pesan pribadi melalui aplikasi WhatsApp yang diterima guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU). Adapun isi pesan WhatsApp tersebut yakni peneror mengancam akan meledakkan bom ke 11 titik sekolah dan meminta pihak sekolah tidak melapor ke polisi.

Hasil penyisiran tim gegana selama dua jam lebih memastikan area sekolah aman dan tidak menemukan benda mencurigakan terkait ancaman teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa. (*)

Baca Artikel Asli