Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pasca-Tabrakan Maut Bekasi, Pemerintah Tutup 172 Perlintasan Sebidang Berisiko Tinggi

Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026

MerahPutih.com - Pemerintah mengumumkan rencana penutupan 172 perlintasan sebidang yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi kecelakaan. Untuk 1.638 perlintasan lainnya akan ditingkatkan fasilitas keselamatannya secara bertahap.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari tragedi tabrakan maut di Bekasi Timur pada 27 April 2026 yang menewaskan 16 orang dan melukai puluhan korban lainnya.

“Tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa manusia,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, dalam acara kick off meeting di Jakarta Railways Center, Selasa (5/5)

Data Kecelakaan Perlintasan Sebidang

Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Dalam periode 2023–2026, tercatat 948 korban akibat kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan sekitar 80 persen terjadi di titik yang tidak dijaga.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dalam menindaklanjuti ribuan titik perlintasan kereta sebidang di tanah air.

"Perlintasan sebidang adalah titik temu dua sistem transportasi dengan pola operasi berbeda. Jika tidak dikelola dengan baik, risikonya sangat tinggi," tuturnya.

Peran KAI dan Teknologi Keselamatan

Sementara itu, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan penanganan akan difokuskan pada percepatan aksi di lapangan.

KAI juga akan memperkuat penerapan teknologi keselamatan, termasuk sistem berbasis komunikasi, GPS, dan otomatisasi untuk mendukung pengendalian operasional yang lebih responsif terhadap potensi risiko.

“KAI bersama seluruh pemangku kepentingan akan menjalankan setiap langkah secara disiplin dan berkelanjutan, agar risiko di perlintasan dapat ditekan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman,” tutup Dirut KAI itu. (Asp)

Baca Artikel Asli