MerahPutih.Com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membuat gebrakan baru untuk menjaga wilayah perbatasan dari infiltrasi asing. Berkaca dari tragedi lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan ke negara lain, Marsekal Hadi langsung mengirim 2000-an pasukan untuk ditempatkan di wilayah Natuna, Kepulauan Riau.
Dalam waktu dekat ini, Panglima TNI akan menggeser dua ribuan pasukan TNI dari Jawa ke Wilayah Natuna untuk mengisi tempat-tempat yang tengah dibangun fasilitas militernya.
"Penempatan personel atau pasukan tempur di sini adalah sifatnya alih kodal," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai kunjungan kerja ke pulau Pulau Sekatung dan berbagai fasilitas militer yang tengah dibangun di Kepulauan Natuna, Senin (23/4).
Sebagaimana diketahui Indonesia sedang membangun sejumlah fasilitas militer di Natuna. Pasukan yang akan ditempatkan di Natuna di antaranya adalah Marinir hingga tingkat batalyon.
Peninjauan beberapa fasilitas di Kepulauan Natuna bertujuan mengintegrasikan tiga angkatan, yakni laut, udara dan darat.
"Di mulai Baterai Armed, Satuan Radar, hingga Marinir," kata Marsekal Hadi.
Dalam kunjungannya, Marsekal Hadi Tjahjanto juga memeriksa Baterai Armed di Teluk Buton. Pada Satuan Artileri Medan itu telah berdiri bangunan markas dan beberapa fasilitas dan prasarana yang menyertainya, seperti tempat tinggal.
Ia pun meminta agar satuan segera menentukan tempat latihan agar ketika nanti ada prajurit yang dikirimkan untuk bertugas di sana telah ada tempat dan jadwal latihan yang efektif.
Hadi juga mengunjungi pembangunan dermaga di Selat Lampa. Ia merasa senang karena dermaga labuh untuk kapal-kapal TNI AL ini telah memiliki fasilitas untuk menyediakan air tawar dan bahan bakar.
"Jadi, untuk pengisian bahan bakar tidak perlu lagi ke Batam," ujarnya.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini sebagaimana dilansir Antara berharap fasilitas militer yang tengah di bangun tersebut, baik hanggar untuk tiga heli dari tiga matra, pelabuhan di Selat Lampa dan rumah sakit bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini.
"Mudah-mudahan pertengahan Mei 2018 sudah bisa diresmikan sehingga secara bertahap pasukan maupun peralatannya bisa disiapkan di wilayah Natuna," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan pembangunan pangkalan militer dan pertahanan di wilayah Natuna, Kepulauan Riau patut diperkuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari campur tangan pihak asing.
"Kunjungan kerja yang dilakukan Panglima TNI di wilayah perbatasan seperti Natuna ini fokus pada pertahanan dan keamanan negara dari kemungkinan intervensi asing," kata Bambang yang ikut bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Hadir dalam kunjungan itu, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Pangkostrad Letjen TNI Agus Kriswanto, Danjen Kopassus Mayjen TNI Eko Margiono, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, Dankorpaskhas Marsda TNI Seto Purnomo, Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni dan para Asisten Panglima TNI serta Asisten Mabes Angkatan.Menurut Bambang, wilayah Natuna yang berada dekat dengan Laut China Selatan (LCS) menjadi incaran Amerika dan China yang ingin menguasai LCS tersebut sehingga diperlukan penguatan pertahanan negara di wilayah Natuna.
Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Bamsoet ini mendorong Komisi I DPR untuk membahas peningkatan anggaran pertahanan, khususnya daerah perbatasan di Natuna.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengunjungi sejumlah wilayah perbatasan di Sumatera dan Kalimantan.
Pengawalan yang dilakukan empat pesawat tempur dari Skuadron Udara 16 Lanud Roesmin Noerjadin di perairan Natuna tersebut, lantaran kawasan ruang udara atau Flight Information Region (FIR) Natuna di sektor A masih dipegang otoritas Singapura.
Pengawalan empat pesawat tempur asal Amerika Serikat itu, dilakukan saat rombongan pesawat Panglima TNI berada di ketinggian 15.000 kaki. Empat pesawat itu terus melakukan pengawalan hingga pesawat yang ditumpangi Panglima TNI mendarat di Lanud Raden Sadjat, Rinai.
Pemerintah melalui Menko Kemaritiman telah membentuk tiga tim, terdiri atas tim teknis yang mencakup airnav, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kohanudnas yang menyiapkan sarana dan prasarana untuk pengambilalihan FIR dari Singapura kepada Indonesia. Selain itu, tim regulasi yang menyiapkan peraturan dan tim diplomasi untuk berunding dengan Singapura.
Panglima TNI kunjungan kerja ke wilayah Natuna untuk meninjau pembangunan kekuatan militer.
Turut serta dalam rombongan kunjungan kerja Panglima TNI itu, antara lain Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Pangkostrad Letjen TNI Agus Kriswanto, Danjen Kopassus Mayjen Eko Margiono, Dankoar Mayjen (Mar) Bambang Suswantono, Dankorpaskhas Marsda TNI Seto Purnomo, Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni, dan para Asisten Panglima TNI dan Mabes Angkatan.
Setelah tiba di Lanud Raden Sadjat Ranai, Kepulauan Natuna, Panglima TNI beserta rombongan bergerak menuju Pulau Sekatung dengan menggunakan Helly EC-725 untuk meninjau pos pamputer dan mes prajurit.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga direncanakan meninjau Yon Komposit TNI AD di Sepempang, kemudian rombongan yang menggunakan dua unit heli (EC-725 dan Mi-17) bergerak ke Selat Lampa untuk meninjau fasilitas pelabuhan milik TNI Angkatan Laut dan beberapa tempat lainnya.(*)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Jenderal TNI Mulyono: Saya Tunggu Keputusan, Mau Dibikin Seperti Apa Papua itu