Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

Orang Jerman Berkerja Lebih Sebentar Tapi Bisa Lebih Produktif

Ana Amalia - Sabtu, 22 November 2014
>MerahPutih- Stereotype tentang orang Jerman tidak lepas dari sejarah kelam Perang Dunia II, sosok sang Fuhrer Adolf Hitler cukup memberikan kesan “menakutkan” dalam diri seorang Jerman. Tapi taukah anda, Jerman saat ini adalah pusat kekuatan industri Eropa, juga produsen terkemuka barang-barang ekspor di Asia?

>Sebagai mesin ekonomi Uni Eropa, para pekerja Jerman ternyata memiliki jam kerja yang lebih sebentar dibandingkan negara lainnya. Bagaimana bisa sebuah negara dengan pekerja yang hanya berkerja hingga 35 jam setiap minggunya memiliki tingkat produktifitas yang sangat tinggi? Berikut ini ulasannya.

>

>Jam Kerja Adalah Jam Kerja

>Jika di Indonesia banyak pekerja yang “membuang” waktu kerjanya dengan hal-hal di luar urusan pekerjaan, ini sangat tidak ditolerir dalam budaya kerja di Jerman. Anda tidak bisa berkerja sambil bermain Facebook, bergosip bersama teman kantor ataupun membicarakan hal-hal di luar kepentingan kantor ketika anda berkerja di Jerman.

>Dalam dokumenter BBC “Make Me a German”, seorang wanita muda Jerman menjelaskan budaya berkerja di negaranya sangat berbeda seperi negara lain bahkan di negara semaju Inggris.

>“Saya berada di Inggris untuk pertukaran karyawan, dan saya melihat orang-orang di kantor berbicara sepanjang waktu tentang hal-hal pribadi mereka, rencana malam ini, dan minum kopi sepanjang jam kerja”. Jelasnya

>“Saya cukup terkejut melihat hal tersebut, di Jerman Facebook dalam kantor sangat dilarang, bahkan anda tidak boleh menggunakan email di luar email kantor,” tambahnya.

>

>Tidak Mencampurkan Urusan Pekerjaan Dengan Urusan Pribadi Begitupun Sebaliknya

>Profesionalisme, itulah salah-satu kunci mengapa orang Jerman lebih produktif dalam berkerja. Bagi mereka berkerja keras dan bermain sesukanya, asalkan pada waktu yang sudah ditetapkan. Jika di jam kerja kita dituntut untuk terus berkerja tanpa dispensasi, di luar itu anda sama sekali tidak akan dihubungi soal kepentingan dalam kantor.

>Bahkan, pemerintah Jerman sedanga mempertimbangan larangan email kantor setelah jam pulang kerja. Waktu setelah berkerja adalah hak penuh seorang karyawan untuk menikmati hidupnya, urusan kantor sangat diharamkan masuk dalam jam tersebut.

>Pemerintah Jerman menginginkan semua waktu masyarakat Jerman adalah waktu yang berkualitas baik untuk berkerja maupun untuk bersenang-senang.

>

>Perusahaan Sangat Menghormati Hak Cuti

>Semua perusahaan di Jerman memiliki aturan yang jelas dan terstruktur mengenai hak dan kewajiban setiap karyawannya, dan itu dijalankan sesuai aturan yang sudah di buat.

>Jika pekerja dituntut untuk berkerja secara total, mereka juga diberikan hak penuh untuk mendapatkan cuti dalam waktu tertentu. Kebahagiaan dan suasana hati pekerja tentu saja akan menjadi cerminan produktifitasnya dalam berkerja.

>Bagaimana? Apakah anda sudah menjadi cerminan para pekerja di Jerman?. Jika anda atau perusahaan anda ingin memiliki tingkat produktifitas yang tinggi, cobalah untuk mencontoh budaya pekerja di negri industri tersebut. Profesionalisme total, membagi waktu dengan sangat efisien, menciptakan quality time dalam segala hal dan menjalankan aturan yang telah dibuat dengan sangat benar mungkin dapat merubah budaya pekerja di Indonesia yang kurang produktif.

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT