Operasional KRL Bekasi-Cikarang Telan Rp 2,3 Triliun

Minggu, 08 Oktober 2017 - Luhung Sapto

MerahPutih.com - Operasional kereta rel listrik (KRL) Bekasi-Cikarang, Jawa Barat menelan biaya Rp 2,3 triliun, yang didanai dari pinjaman dari Pemerintah Jepang.

"Hari ini operasional KRL Bekasi-Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur telah diresmikan. Stasiun ini sudah didukung fasilitas keamanan, keselamatan dan kenyamanan," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Umiyatun Hayati Triastuti seperti dikutip Antara News di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/10).

Pekerjaan itu melalui kontrak Paket B1 untuk pekerjaan Elektrifikasi lintas Bekasi-Cikarang yang ditandatangani pada tahun 2012, dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,3 Triliun.

Ruang lingkup kontrak tersebut meliputi pembangunan drainase dan jembatan, penggantian rel dan bantalan, pekerjaan elektrifikasi, seperti penggantian catenary di Manggarai dan pemasangan baru catenary lintas Bekasi-Cikarang, pembangunan Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Cibitung dan Stasiun Cikarang sisi selatan.

Selain itu penambahan empat substation atau gardu listrik aliran atas baru di Buaran, Cakung, Bekas Timur, dan Cikarang, pekerjaan sinyal Telkom berupa pergantian sistem persinyalan SSI menjadi K5B (Kyosan).

"Switch Over sistem persinyalan untuk lintas Cakung-Cikarang telah dilaksanakan pada 7 Juni 2017, dan untuk lintas Manggarai-Jatinegara telah dilaksanakan pada 30 September 2017," katanya.

Pengoperasian KRL lintas Bekasi-Cikarang adalah lintas pelayanan baru sepanjang 16,74 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu sekira 21 menit.

Frekuensi perjalanan kereta dijadwalkan sebanyak 32 KA per hari dengan titik keberangkatan KRL pertama dari Stasiun Cikarang adalah pukul 05.05 WIB, sedangkan kedatangan KRL terakhir di Stasiun Cikarang adalah pukul 23.45 WIB.

Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Cibitung dilengkapi dengan fasilitas penunjang, antara lain lahan parkir berkapasitas 300 motor dan 100 mobil, peron sepanjang 270 meter yang dapat mengakomodasi satu rangkaian KRL dengan 12 kereta.

Selain itu, fasilitas kamera pemantau (Closed Circuit Television/CCTV) dan pintu tiket secara otomatis (ticketing gate), lift yang diprioritaskan bagi kalangan lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, petunjuk informasi kereta bagi penumpang, petunjuk jalur masuk dan keluar stasiun, serta denah posisi di stasiun, serta petunjuk jalur evakuasi. (*)

Baca juga berita terkait KRL Bekasi-Cikarang di: KRL Lintas Bekasi-Cikarang Resmi Beroperasi

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan