Operasional KRL Bekasi-Cikarang Telan Rp 2,3 Triliun
Commuter Line melintas di kawasan Bekasi yang telah terpasang jalur kereta api dwi ganda (Double-Double Track) Jawa Barat, Kamis (14/9). (Foto Antara/Hafidz Mubarak)
MerahPutih.com - Operasional kereta rel listrik (KRL) Bekasi-Cikarang, Jawa Barat menelan biaya Rp 2,3 triliun, yang didanai dari pinjaman dari Pemerintah Jepang.
"Hari ini operasional KRL Bekasi-Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur telah diresmikan. Stasiun ini sudah didukung fasilitas keamanan, keselamatan dan kenyamanan," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Umiyatun Hayati Triastuti seperti dikutip Antara News di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/10).
Pekerjaan itu melalui kontrak Paket B1 untuk pekerjaan Elektrifikasi lintas Bekasi-Cikarang yang ditandatangani pada tahun 2012, dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,3 Triliun.
Ruang lingkup kontrak tersebut meliputi pembangunan drainase dan jembatan, penggantian rel dan bantalan, pekerjaan elektrifikasi, seperti penggantian catenary di Manggarai dan pemasangan baru catenary lintas Bekasi-Cikarang, pembangunan Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Cibitung dan Stasiun Cikarang sisi selatan.
Selain itu penambahan empat substation atau gardu listrik aliran atas baru di Buaran, Cakung, Bekas Timur, dan Cikarang, pekerjaan sinyal Telkom berupa pergantian sistem persinyalan SSI menjadi K5B (Kyosan).
"Switch Over sistem persinyalan untuk lintas Cakung-Cikarang telah dilaksanakan pada 7 Juni 2017, dan untuk lintas Manggarai-Jatinegara telah dilaksanakan pada 30 September 2017," katanya.
Pengoperasian KRL lintas Bekasi-Cikarang adalah lintas pelayanan baru sepanjang 16,74 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu sekira 21 menit.
Frekuensi perjalanan kereta dijadwalkan sebanyak 32 KA per hari dengan titik keberangkatan KRL pertama dari Stasiun Cikarang adalah pukul 05.05 WIB, sedangkan kedatangan KRL terakhir di Stasiun Cikarang adalah pukul 23.45 WIB.
Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Cibitung dilengkapi dengan fasilitas penunjang, antara lain lahan parkir berkapasitas 300 motor dan 100 mobil, peron sepanjang 270 meter yang dapat mengakomodasi satu rangkaian KRL dengan 12 kereta.
Selain itu, fasilitas kamera pemantau (Closed Circuit Television/CCTV) dan pintu tiket secara otomatis (ticketing gate), lift yang diprioritaskan bagi kalangan lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, petunjuk informasi kereta bagi penumpang, petunjuk jalur masuk dan keluar stasiun, serta denah posisi di stasiun, serta petunjuk jalur evakuasi. (*)
Baca juga berita terkait KRL Bekasi-Cikarang di: KRL Lintas Bekasi-Cikarang Resmi Beroperasi
Bagikan
Berita Terkait
Gerbong KRL Akan Segera Bertambah, Perintah Tegas Prabowo Agar Penumpang Tak Lagi Merasakan Sensasi 'Ikan Pindang' Saat Jam Sibuk
Benang Layangan Tersangkut di Jaringan Atas Rel Bahayakan KRL Tanah Abang-Tigaraksa
Long Weekend Tahun Baru Islam Penumpang Naik 29,7 Persen, KRL Jogja-Palur Nambah Jadwal Gila-gilaan Buat Liburan Panjangmu!
[HOAKS atau FAKTA]: Kartu E-Money Bank Mandiri Tak Bisa Lagi Dipakai untuk Transaksi Tiket KRL
DPR Desak KAI Tingkatkan Keamanan KRL, Cegah Pelecehan Seksual di Transportasi Umum
[HOAKS atau FAKTA]: Kelompok Lansia Kini Gratis Naik KRL
Pelecehan di KRL Kembali Terjadi, NIK Pelaku Diblokir dan Tidak Bisa Naik Kereta Lagi
5 Fakta soal Rencana Tarif KRL Berbasis NIK