Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat

Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026

Merahputih.com - Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 menjadi momentum krusial bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persaudaraan dan merawat harmoni di tengah keberagaman Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perayaan tahun ini membawa pesan kedamaian yang mendalam, terutama karena berdekatan dengan suasana bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia maupun pribadi, saya menyampaikan Selamat Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Rabu (18/3).

Baca juga:

Lagi Nyepi dan Lebaran Tapi Mau Lapor Koruptor? Tenang, KPK Tetap Buka Jalur Online

Simbol Vasudhaiva Kutumbakam di Tengah Ramadan

Pertemuan dua momentum keagamaan besar ini dinilai sebagai simbol kuat nilai kebersamaan lintas iman. Menag menyebut fenomena ini sebagai pengingat jati diri bangsa yang menjunjung tinggi toleransi.

“Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga,” tegas Menag.

Menurutnya, perbedaan keyakinan bukanlah sekat pemisah, melainkan kekuatan kolektif untuk mempererat persaudaraan.

Semangat ini diharapkan terus mendorong umat Hindu dan seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kerukunan serta memperkuat kohesi sosial di tanah air.

Catur Brata Penyepian: Jeda untuk Alam dan Jiwa

Nilai persaudaraan tersebut tercermin erat dalam ajaran Catur Brata Penyepian. Melalui Amati Geni, umat diajak memadamkan amarah dan egoisme, sementara Amati Karya menjadi ruang introspeksi dengan berhenti sejenak dari aktivitas fisik.

Baca juga:

Saat Hari Raya Nyepi, Masjid Sekitar Pura di Solo Diimbau Seuaikan Pelaksanaan Takbiran

Selain itu, Amati Lelungan memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan keseimbangan, dan Amati Lelanguan mendorong kejernihan batin dengan melepaskan hiburan duniawi.

“Dengan menjalankan Nyepi, umat Hindu sesungguhnya sedang memberikan jeda kepada alam semesta. Jika kita memuliakan alam, maka alam pun akan memuliakan harkat kemanusiaan,” tambah Menag.

Menag berharapan agar nilai-nilai spiritual ini membawa dampak nyata bagi kesejahteraan bangsa.

“Semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan bagi kita semua,” tandasnya.

Baca Artikel Asli