Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Nyali Besar Kapal Tanker Jepang Terobos Selat Hormuz Tanpa Bayar ke Iran

Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Mei 2026

Merahputih.com - Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, mengonfirmasi keamanan kapal terkait Jepang yang berhasil melewati Selat Hormuz pada Kamis.

Langkah ini menjadi krusial mengingat tingginya tensi keamanan di wilayah perairan tersebut pasca-konflik bersenjata di Timur Tengah.

Baca juga:

Inggris Kirim Kapal Perang, Penyapu Ranjau Tanpa Awak dan Jet Tempur ke Selat Hormuz

Diplomasi Tanpa Uang Pelicin

Menlu Motegi menegaskan bahwa pihak kapal tidak memberikan pembayaran tol atau biaya tambahan kepada Iran untuk mendapatkan izin melintas. Kapal tersebut mengangkut empat awak kapal berkebangsaan Jepang yang kini dalam kondisi selamat.

"Pemerintah meminta secara langsung kepada pihak Iran dalam setiap kesempatan untuk memfasilitasi jalur pelintasan bagi kapal-kapal tersebut," tulis Kementerian Luar Negeri Jepang dalam siaran pers resminya sebagaimana dinukil Antara, Kamis (14/5).

Presiden Eneos Holdings Inc., Tomohide Miyata, memperkuat pernyataan tersebut dalam konferensi pers terpisah. Miyata memastikan kapal tanker yang dikelola perusahaan penyulingan minyak tersebut sudah sepenuhnya keluar dari wilayah selat dan berada di zona aman.

Baca juga:

Inggris Mulai Terlibat di Iran, Kerahkan Kapal Tempur Dengan Alasan Amankan Selat Hormuz

Keamanan Puluhan Kapal di Teluk Persia

Keberhasilan ini menyusul langkah serupa oleh anak perusahaan Idemitsu Kosan Co. yang juga menyelesaikan transit di Selat Hormuz. Situasi ini menjadi sorotan dunia internasional setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Meski dua kapal tanker besar telah lolos, pemerintah Jepang tetap bersiaga penuh. Data saat ini menunjukkan masih terdapat 39 kapal terkait Jepang lainnya yang berada di kawasan Teluk Persia.

Pemerintah terus melakukan lobi diplomatik intensif guna menjamin keselamatan seluruh aset dan warga negara di tengah ketidakpastian geopolitik tersebut.

Baca Artikel Asli