Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

NiMBY Hadirkan Lagu 'Ruang Untuk Pulang', tentang Kesehatan Mental dan Kesepian

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Februari 2026

MerahPutih.com - Di balik senyum dan tawa yang terlihat, tidak semua orang sebenarnya berada dalam kondisi baik-baik saja. Justru di tengah hiruk pikuk kehidupan, rasa kesepian kerap muncul dengan lebih nyata.

Melalui rilisan terbarunya, NiMBY mempersembahkan lagu Ruang Untuk Pulang, sebuah karya yang menyoroti isu kesehatan mental, kelelahan emosional, serta keberanian untuk mengakui bahwa tidak semua beban harus ditanggung seorang diri.

Jawa, vokalis NiMBY, mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari banyak kisah individu yang tampak kuat di luar, namun diam-diam berjuang sendirian.

Menurutnya, terkadang yang paling dibutuhkan bukanlah jawaban atau solusi, melainkan sebuah ruang untuk berhenti sejenak, menarik napas, jujur pada diri sendiri, dan merasa didengarkan.

Baca juga:

NiMBY Tumpahkan Emosi dalam EP Perdana 'Sastra, Tarian, Renjana'

Lagu Ruang Untuk Pulang merefleksikan perasaan keterasingan yang kerap dialami di usia produktif, ketika tuntutan hidup datang bersamaan dengan tekanan untuk selalu terlihat baik-baik saja.

Alih-alih menawarkan jalan keluar instan, lagu ini hadir sebagai pelukan emosional yang mengingatkan bahwa menangis bukanlah tanda kelemahan, dan berbagi cerita bukan berarti kalah.

Jawa juga menuturkan bahwa lagu ini lahir dari pengalaman personal. Ia menilai masih banyak orang yang menganggap pembicaraan tentang kesehatan mental sebagai hal yang tabu, padahal memendam perasaan terlalu lama justru dapat melukai diri sendiri.

Baca juga:

BASS3 Luncurkan Single '3WARNA', Satukan 3 Karakter Bass Indonesia

Burgerkill Tegaskan Perlawanan Lewat Single 'Kontinum', Berikut Lirik Lengkapnya

NiMBY ingin mengajak pendengar untuk saling membuka diri dan belajar mendengarkan satu sama lain lewat lagu ini.

Dengan lirik yang jujur dan pendekatan yang hangat, Ruang Untuk Pulang diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi pendengarnya — pengingat bahwa setiap orang berhak merasa lelah, berhak berhenti sejenak, dan tidak harus menjalani semuanya sendirian.

Melalui karya ini, NiMBY berharap dapat memantik percakapan yang lebih luas tentang empati, kehadiran, serta pentingnya menjadi tempat pulang bagi sesama. (Far)

Baca Artikel Asli