MerahPutih.com - Setelah sebelumnya menghadirkan sejumlah karya yang lekat dengan pesan kehidupan dan nilai spiritual, Syakir Daulay kembali menyapa pendengar melalui single terbarunya, Menembus Langit.
Lagu yang diciptakan oleh Roby Geisha ini menjadi salah satu rilisan yang sarat emosi dalam perjalanan musikal Syakir. Menembus Langit mengangkat kisah tentang kehilangan, kerinduan, harapan, serta kekuatan doa.
Baca juga:
Makna Mendalam Lagu 'Syirillah Ya Ramadhan', Kolaborasi Syakir Daulay dan Nadzira Shafa
Kisah Kehilangan dan Kerinduan
Menembus Langit berangkat dari pengalaman emosional yang begitu dekat dengan kehidupan manusia, terutama ketika seseorang berada dalam fase paling berat dan mencoba menemukan makna di balik luka yang dialaminya.
Melalui lirik yang menyentuh dan balutan aransemen yang hangat, lagu ini mengajak pendengar untuk kembali memaknai keikhlasan dan menjaga keteguhan hati.
Lebih dari itu, Menembus Langit juga membawa pesan tentang pentingnya mempertahankan keyakinan kepada Tuhan ketika harus menghadapi berbagai ujian dalam hidup.
Lirik Menembus Langit - Syakir Daulay
Nama-Mu selalu bernafas
di ingatanku dan detak denyut jantungku
Suara-Mu memanggil namaku
di setiap waktu dan berbisik ke lubuk hatiku
Sering kuabaikan
bahkan sengaja kutinggalkan
Tertunduk aku kini di atas kiblatku
Maha Pendengar pintaku
kini ku menemukan-Mu
Rintik hujan di balik mataku
kulukis indah di jannah-Mu
Wahai kekasih pemilik hati
kini bisikanku telah menembus langit
Ku ikhlas kehilangan
asalkan jangan nama-Mu
Suara-Mu memanggil namaku
di setiap waktu dan berbisik ke lubuk hatiku
Sering kuabaikan
bahkan sengaja kutinggalkan
Tertunduk aku kini di atas kiblatku
Maha Pendengar pintaku
kini ku menemukan-Mu
Rintik hujan di balik mataku
kulukis indah di jannah-Mu
Wahai kekasih pemilik hati
kini bisikanku telah menembus langit
Ku ikhlas kehilangan
asalkan jangan nama-Mu
Maha Pendengar pintaku
kini ku menemukan-Mu
Rintik hujan di balik mataku
kulukis indah di jannah-Mu
Wahai kekasih pemilik hati
kini bisikanku telah menembus langit
Ku ikhlas kehilangan
asalkan jangan nama-Mu
Kini bisikanku telah menembus langit
Ku ikhlas kehilangan
Ku ikhlas kehilangan
asalkan jangan nama-Mu
Tertunduk aku kini di atas kiblatku
(Far)