Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Nama RI Tercoreng di Dunia Akademik, DPR Desak Investigasi Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Denmark

Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026

MerahPutih.com - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyoroti dugaan pemalsuan riset yang dilakukan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dalam konferensi International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark.

Menurut Hetifah, kasus riset abal-abal ini telah mencoreng integritas akademik sekaligus nama baik Indonesia di forum internasional.

“Peristiwa dugaan pemalsuan riset oleh sejumlah WNI dalam konferensi ISPPD di Denmark tentu harus menjadi perhatian serius, karena menyangkut integritas akademik dan nama baik Indonesia di forum internasional,” kata Hetifah, Kamis (28/5).

Baca juga:

Mendiktisaintek: 99% Kecurangan Ujian SNBT 2026 Terjadi di Jurusan Kedokteran

Klarifikasi Mendiktisaintek Belum Cukup

Hetifah menghormati penjelasan awal Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang menyebut pihak-pihak yang diduga terlibat bukan dosen maupun peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia.

Namun, Hetifah menegaskan penjelasan dari Mendiktisaintek tersebut tidak boleh menghentikan upaya penelusuran lebih lanjut.

Baca juga:

Tren Baru SNBT 2026, 10 Prodi PTN Terfavorit Justru Didominasi Jurusan Vokasi

Menurut Hetifah, investigasi harus memastikan apakah benar terjadi pelanggaran etik akademik, kesalahan administratif, atau sekadar kesalahpahaman dalam proses konferensi ilmiah tersebut.

Investigasi objektif tetap diperlukan. Klarifikasi langsung dari para WNI yang dituduhkan juga penting dilakukan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian

Kronologi Kasus Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi ISPPD 2026

18 Mei 2026: Konferensi ISPPD 2026 digelar di Kopenhagen, Denmark, dengan peserta dari berbagai negara.

19–20 Mei 2026: Sejumlah WNI mempresentasikan hasil riset terkait penyakit pneumokokus.

21 Mei 2026: Muncul dugaan bahwa data riset yang dipresentasikan tidak sesuai standar akademik dan diduga dipalsukan. Informasi ini pertama kali beredar di kalangan peserta konferensi.

22 Mei 2026: Panitia konferensi melaporkan dugaan pelanggaran etik akademik kepada pihak terkait di Denmark.

23 Mei 2026: Informasi mengenai dugaan pemalsuan riset mulai beredar di media sosial dan memicu sorotan publik.

24 Mei 2026: Pemerintah Indonesia melalui Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan klarifikasi awal bahwa pihak-pihak yang diduga terlibat bukan dosen maupun peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia.

(Pon)

Baca Artikel Asli