Merahputih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta aparat keamanan menindak tegas, menangkap, dan memproses hukum kelompok atau oknum yang memicu kerusuhan atas tindakan rasis terhadap masyarakat Papua khususnya mahasiswa di Surabaya.
"Penindakan juga terhadap aktor intelektual dan provokator kerusuhan di Papua yang ingin memecah belah masyarakat Papua," ujar Wakil Ketua Umum MUI pusat Zainut Tauhid Sa'adi, Jumat (6/9).
Baca Juga:
Veronica Koman Jadi Tersangka Provokasi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya
Selain itu, MUI juga mendorong pemerintah segera melakukan dialog dengan tokoh adat, agama dan masyarakat untuk menemukan solusi dan pemecahan masalah yang dapat mengakomodasi aspirasi seluruh kelompok kepentingan di Papua.
"Dialog tersebut harus melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah," jelas dia.
Dengan adanya dialog tersebut diharapkan bisa melahirkan solusi yang adil, komprehensif serta dapat diterima semua pihak terkait konflik beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut adanya beberapa kelompok dibalik aksi demo dan tindakan anarkis di Papua belakangan ini. Mereka antara lain Benny Wenda, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
Baca Juga
Yang Kurang Dilakukan Pemerintah Terhadap Papua Versi Buya Syafii Ma'arif
Meski kondisi Papua mulai kondusif setelah aksi demo berujung rusuh beberapa waktu lalu, Tito menegaskan belum akan menarik personel TN/Polri yang bertugas di pulau ujung timut Indonesia itu.
“Sampai saat ini belum dipastikan kapan ribuan personil TNI-Polri ditarik,” kata Kapolri Tito di Jayapura, Kamis (5/9). (*)