Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Bukan Cuma Jakarta, MTI Minta Pemprov Banten Sediakan Transportasi ke Bandara Soetta

Soffi Amira - Senin, 03 Agustus 2026

MerahPutih.com - Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mendorong Pemprov Banten, termasuk Pemkot dan Pemkab Tangerang, untuk menyediakan layanan angkutan umum menuju Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Harusnya bukan hanya dari Jakarta. Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang juga punya akses bus ke bandara. Kalau sudah lintas kabupaten dan kota, berarti menjadi kewenangan Provinsi Banten. TransBanten juga harus ada menuju bandara.

kata Djoko, Senin (3/8)

Ia menilai, kehadiran layanan TransBanten akan mempermudah mobilitas warga Banten sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Djoko juga menegaskan, bahwa subsidi terhadap angkutan umum merupakan hal yang lazim diterapkan di berbagai negara.

Baca juga:

Potret Pembangunan Stasiun MRT Monas Perkuat Konektivitas Transportasi Jakarta

Pemprov Banten Didesak Sediakan Transportasi ke Bandara Soetta

Jadi, besarnya subsidi yang diberikan Pemprov DKI terhadap layanan TransBandara tidak perlu dipersoalkan.

"Namanya angkutan umum di mana pun di dunia memang disubsidi. Negara memiliki kewajiban menyelenggarakan angkutan umum. Jakarta sudah cukup baik, tinggal daerah lain yang perlu didorong," katanya.

Lebih lanjut, ia mengkritik sejumlah pemerintah daerah yang dinilai belum menjadikan transportasi publik sebagai prioritas pembangunan.

Menurutnya, anggaran pemerintah semestinya lebih diarahkan untuk meningkatkan layanan angkutan umum dibandingkan pengadaan fasilitas bagi pejabat.

Baca juga:

Tiket Rp 15 Ribu Khusus Rute Blok M-Soetta, SH1 Blok M-Kalideres Masih Tarif Lama

"Jangan pelit kepada rakyat. Perhatian kepada masyarakat berpenghasilan rendah itu diwujudkan dengan menyediakan angkutan umum yang murah atau bahkan gratis. Itu yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah," kata Djoko.

Ia juga menyebutkan, tarif layanan TransBandara rute Blok M–Bandara Soetta sebesar Rp 15.000 masih tergolong wajar.

TransBandara Bisa Jangkau Lebih Banyak Penumpang

Tarif tersebut dinilai lebih murah dibandingkan moda transportasi lain dan masih berpihak kepada masyarakat, khususnya pekerja bandara.

Djoko menambahkan, kenaikan tarif dari sebelumnya Rp 3.500 tidak dapat dilepaskan dari kualitas layanan yang diberikan.

Selain melayani perjalanan menuju bandara, TransBandara juga berhenti di sejumlah titik sehingga dapat menjangkau lebih banyak penumpang.

Menurutnya, layanan tersebut akan sangat membantu masyarakat yang bekerja di kawasan Bandara Soetta. Namun, ia menilai akses transportasi menuju bandara tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI. (Asp)

Baca Artikel Asli