MerahPutih.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mempromosikan sistem aplikasi Science and Technology Index (Sinta) versi 2.0 untuk mendata publikasi dan sitasi nasional dan internasional dari dosen dan peneliti Indonesia.
"Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi coba mereformasi kelembagaan penelitian. Sebelumnya kita tidak punya sarana internasional untuk publikasi hasil riset, Sinta ada untuk mendorong kultur publikasi," kata Nasir di Jakarta, Jumat (4/8).
Sinta merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang meliputi kinerja peneliti atau penulis atau author, kinerja jurnal, kinerja institusi Iptek. Sebelumnya sistem aplikasi versi 1.0 sudah diluncurkan pada 30 Januari 2017 di Universitas Gadjah Mada (UGM), dan telah dimasukkan data secara manual 1.700 penulis terbaik dan 3.820 jurnal yang sudah terbit secara online.
Pada versi 2.0 ini, menurut Nasir, terdapat fungsi relasi, sitasi dan pengindex. Sedangkan sistem yang lain hanya terdapat relasi dan sitasi saja.
Sinta versi 2.0 menggunakan sistem entry exit digital dan dikelola secara multisektor yang mempunyai tugas dan fungsi sinergi yakni Kemristekdikti dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
"Sistem ini nantinya juga akan jadi bagian mendorong kenaikkan jabatan fungsional dosen dan juga peneliti. Karena dengan pendataan publikasi dan sitasi ini dapat dipetakan kepakaran dan dilakukan pemeringkatan kinerja penulis, institusi dan jurnal terbaik di Indonesia," kata dia. (*)
Sumber: ANTARA