Menristekdikti Promosikan 'Sinta' untuk Peneliti Indonesia

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 05 Agustus 2017
Menristekdikti Promosikan 'Sinta' untuk Peneliti Indonesia

Menristekdikti Muhammad Nasir (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mempromosikan sistem aplikasi Science and Technology Index (Sinta) versi 2.0 untuk mendata publikasi dan sitasi nasional dan internasional dari dosen dan peneliti Indonesia.

"Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi coba mereformasi kelembagaan penelitian. Sebelumnya kita tidak punya sarana internasional untuk publikasi hasil riset, Sinta ada untuk mendorong kultur publikasi," kata Nasir di Jakarta, Jumat (4/8).

Sinta merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang meliputi kinerja peneliti atau penulis atau author, kinerja jurnal, kinerja institusi Iptek. Sebelumnya sistem aplikasi versi 1.0 sudah diluncurkan pada 30 Januari 2017 di Universitas Gadjah Mada (UGM), dan telah dimasukkan data secara manual 1.700 penulis terbaik dan 3.820 jurnal yang sudah terbit secara online.

Pada versi 2.0 ini, menurut Nasir, terdapat fungsi relasi, sitasi dan pengindex. Sedangkan sistem yang lain hanya terdapat relasi dan sitasi saja.

Sinta versi 2.0 menggunakan sistem entry exit digital dan dikelola secara multisektor yang mempunyai tugas dan fungsi sinergi yakni Kemristekdikti dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Sistem ini nantinya juga akan jadi bagian mendorong kenaikkan jabatan fungsional dosen dan juga peneliti. Karena dengan pendataan publikasi dan sitasi ini dapat dipetakan kepakaran dan dilakukan pemeringkatan kinerja penulis, institusi dan jurnal terbaik di Indonesia," kata dia. (*)

Sumber: ANTARA

#Menristekdikti #Muhammad Nasir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mendiktisaintek Siap Bantu Kepulangan Mahasiswa Indonesia di Harvard, Tunggu Keputusan Lanjut
Harvard mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyebut tindakan pemerintah itu melanggar hukum dan berbahaya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Mei 2025
Mendiktisaintek Siap Bantu Kepulangan Mahasiswa Indonesia di Harvard, Tunggu Keputusan Lanjut
Indonesia
Reshuffle Kabinet, Prabowo Dinilai Ingin Kurangi Kegaduhan dan Gimmick Politik
Masyarakat berharap bahwa reshuffle dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan didasarkan pada evaluasi kinerja yang objektif
Angga Yudha Pratama - Rabu, 19 Februari 2025
Reshuffle Kabinet, Prabowo Dinilai Ingin Kurangi Kegaduhan dan Gimmick Politik
Berita Foto
Presiden Prabowo Lantik Mendiktisaintek dan Tiga Kepala Lembaga Negara
Mendiktisaintek Brian Yuliarto (kiri) bersama Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh (kanan) saat pengambilan sumnpah jabatan dan pelantikan Mendiktisaintek dan Tiga Kepala Lembaga Negara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/2/2025). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Februari 2025
Presiden Prabowo Lantik Mendiktisaintek dan Tiga Kepala Lembaga Negara
Indonesia
Muhammadiyah Ucapkan Selamat ke Brian Yuliarto, Minta Perhatikan Perguruan Tinggi Swasta
Haedar menyatakan, pihaknya mendukung kepercayaan Presiden Prabowo kepada Prof Brian untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan tinggi di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Februari 2025
Muhammadiyah Ucapkan Selamat ke Brian Yuliarto, Minta Perhatikan Perguruan Tinggi Swasta
Indonesia
Satryo Soemantri Brodjonegoro Pilih Diam di Tengah Isu Pencopotannya
Mendiktisaintek Satryo sempat menerima sejumlah tamu, antara lain sejumlah orang tua siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) angkatan 4.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Februari 2025
Satryo Soemantri Brodjonegoro Pilih Diam di Tengah Isu Pencopotannya
Bagikan